BOLOGNA – Kesepakatan kontrak baru berdurasi dua tahun bersama Ducati resmi menempatkan Marc Marquez dalam posisi yang sangat strategis untuk memecahkan rekor-rekor terbesar dalam sejarah MotoGP. Dengan performa dan motor barunya, pembalap asal Spanyol ini berpeluang besar untuk melewati pencapaian para legenda balap dunia.
Saat ini, juara bertahan tersebut hanya membutuhkan satu gelar juara dunia lagi di kelas utama untuk menyamai rekor mentereng Giacomo Agostini yang mengoleksi delapan gelar. Tak hanya itu, ia juga hanya terpaut 14 kemenangan dari rekor fantastis 89 kemenangan MotoGP milik rival bebuyutannya, Valentino Rossi.
Namun, di tengah bayang-bayang rekor besar tersebut, Marquez justru menegaskan ambisi terbesar dalam hidupnya saat ini jauh lebih sederhana dari sekadar angka-angka statistik.
"Ambisi terbesar saya adalah menikmati gairah (balapan) ini di tahun-tahun terakhir karier saya," ungkap Marquez, mengutip dari Crash, Minggu (4/7/2026).
Marquez merefleksikan bagaimana dinamika dunia olahraga profesional sering kali berakhir pahit bagi sebagian orang. Menurut rider berusia 33 tahun itu, tidak sedikit atlet yang pada akhirnya menyudahi karier mereka dengan perasaan benci terhadap olahraga yang membesarkan nama mereka sendiri.
"Kadang-kadang atlet mengakhiri karier mereka dengan membenci olahraga atau hasrat mereka. Karena biasanya, di tahun-tahun terakhir, Anda bisa menderita cedera, tekanan, dan hasil yang buruk," tambahnya.
Meskipun berbicara tentang tahun-tahun terakhir, pembalap berjuluk The Baby Alien ini mengklarifikasi durasi kerja samanya yang baru bersama Ducati belum tentu menjadi kontrak terakhirnya di pentas MotoGP. Ia hanya ingin memastikan kapan pun ia pensiun nanti, ia akan mengingat momen-momen tersebut dengan cara yang baik.