PEMBALAP Tim Aprilia Racing, Jorge Martin, kini berada di tengah sorotan tajam setelah memutuskan untuk hengkang ke Yamaha di MotoGP 2027 mendatang. Keputusan ini dinilai berisiko karena Martin akan meninggalkan motor yang saat ini merajai papan atas menuju pabrikan yang tengah terpuruk di posisi kelima klasemen konstruktor.
Banyak pihak memandang sebelah mata langkah tersebut, namun Martin memilih untuk tetap tenang. Ia melihat fenomena ini sebagai deja vu dari masa lalunya, tepatnya ketika ia pertama kali memutuskan untuk meninggalkan Ducati guna bergabung dengan Aprilia.
Bagi Martin, keputusan untuk pindah ke Yamaha adalah pilihan matang yang ia ambil dengan pertimbangan mendalam bagi masa depan diri dan keluarganya. Ia merasa perbedaan krusial antara kepindahannya saat ini dengan masa lalu terletak pada ketenangan dalam menentukan pilihan.
Jika dulu Martin harus mengambil keputusan cepat setelah kehilangan kesempatan di tim pabrikan Ducati, kali ini ia memiliki waktu lebih banyak untuk berpikir. Ia pun teringat bagaimana banyak orang mencibir langkahnya pindah ke Aprilia yang saat itu belum pernah meraih gelar juara dunia.
"Sama seperti saat saya menandatangani kontrak dengan Aprilia, banyak yang bilang itu adalah sebuah bencana, ke mana saya pergi dengan Aprilia yang belum pernah menang, dan sekarang saya justru memimpin kejuaraan," ujar Martin kepada DAZN, dikutip dari Crash, Minggu (16/8/2026).
Lebih lanjut, Martin menegaskan ia tidak ingin terlalu memusingkan opini publik. Ia memberikan tantangan kepada khalayak untuk melihat hasil nyata dari keputusannya tersebut di masa depan, entah itu satu atau dua tahun ke depan.
Perpindahan ini memang dilakukan di tengah periode krusial bagi MotoGP. Mengingat adanya perubahan aturan besar untuk tahun 2027, termasuk penggunaan mesin 850cc dan ban Pirelli, peta kekuatan pabrikan diprediksi akan berubah drastis.