KUALA LUMPUR – Bagi sebagian besar atlet bulu tangkis, pencapaian An Se-young di musim 2025 sudah lebih dari cukup untuk disebut sebagai puncak karier. Namun, bagi bintang Korea Selatan berusia 23 tahun ini, keberhasilan tersebut hanyalah standar baru yang harus ia lampaui.
An Se-young kini memulai musim 2026 dengan misi yang nyaris mustahil, menyelesaikan satu tahun penuh tanpa satu pun kekalahan. Padahal di 2025 ia sudah berhasil melewati catatan dua legenda, Lin Dan dan Lee Chong Wei.
Langkah pertama untuk mewujudkan tekad luar biasa itu diawali di Malaysia Open 2026. Bertanding di Axiata Arena pada Selasa (6/1/2026), tunggal putri nomor satu dunia ini harus berjuang ekstra keras selama 75 menit untuk menundukkan wakil Kanada, Michelle Li.
Sempat tertinggal di gim pertama dan tertinggal jauh 5-11 di gim kedua, An Se-young menunjukkan mental juaranya dengan membalikkan keadaan dan menang 19-21, 21-16, 21-18.
Musim lalu, An Se-young mencatatkan sejarah tinta emas dengan meraih 11 gelar juara di World Tour, termasuk All England dan Indonesia Open 2025. Namun, yang paling mencolok adalah efektivitas kemenangannya. Ia memenangi 73 dari 77 pertandingan yang dijalani, menghasilkan rasio kemenangan sebesar 94,8 persen.
Angka ini resmi melewati catatan terbaik dua legenda besar bulu tangkis dunia, Lin Dan (92,75 persen pada 2011) dan Lee Chong Wei (92,75 persen pada 2010). Meski sudah berada di atas awan, An Se-young mengaku belum puas dan ingin mengejar ambisi yang lebih "gila" lagi.
"Menyelesaikan tahun tanpa kekalahan adalah tujuan utama saya, meskipun itu sangat sulit. Saya selalu mencoba melupakan apa yang sudah saya capai dan memulai lagi dari awal. Mengoleksi gelar adalah apa yang mendorong saya,” jelas An Se Young, dikutip dari media Malaysia, New Straith Times, Selasa (6/1/2026).