SEKTOR tunggal putra utama Indonesia dipastikan kehilangan salah satu talenta mudanya setelah Yohanes Saut Marcellyno Siahaan memutuskan mundur dari pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PBSI Cipayung. Ia rela melepas statusnya sebagai atlet pelatnas demi menjalani tantangan baru.
Pemain yang akrab disapa Saut ini memilih untuk menyudahi masa baktinya di tim nasional demi meniti jalan baru di dunia tepok bulu. Atlet yang selama ini menghuni jajaran tunggal putra utama bersama Anthony Sinisuka Ginting itu berniat mematangkan kariernya lewat jalur profesional.
Keputusan besar tersebut disampaikan langsung oleh Saut melalui surat pengunduran diri resmi yang diajukan kepada pihak federasi. Dalam suratnya, ia menyatakan status keanggotaannya di Pelatnas Cipayung resmi berakhir per 30 Juni 2026.
Langkah ini diambil oleh sang peraih juara Guwahati Masters 2023 setelah melakukan pertimbangan yang sangat matang mengenai masa depannya. Melalui surat yang sama, Saut tak lupa mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas segala ilmu, bimbingan, dan kepercayaan yang ia dapatkan selama digembleng di Pelatnas.
Saut juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus jika selama menjadi bagian dari keluarga besar Cipayung terdapat kekhilafan atau kekurangan. Ia turut menyelipkan doa agar sektor tunggal putra utama serta sektor lainnya di PBSI bisa terus berkembang dan mengukir prestasi emas bagi Indonesia.
Pihak PP PBSI sendiri menyikapi keputusan ini dengan bijak dan menaruh rasa hormat yang tinggi terhadap pilihan sang atlet. Dalam pernyataan resminya pada Rabu 1 Juli 2026, federasi memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen, kerja keras, dan keringat yang telah dicurahkan Saut demi lambang Garuda di dada.
PBSI menegaskan selama berseragam tim nasional, Saut telah memperlihatkan determinasi dan daya juang yang luar biasa. Pihak organisasi pun mendoakan agar sang pemain bisa terus melejit dan menemukan kesuksesan dalam petualangan barunya di sirkuit profesional.