
Marquez mengaku sengaja melakukannya karena memikirkan soal bahunya yang mesti banyak diistirahatkan. Karena itu, ia merespons dengan cukup tajam wacana hukuman dari MotoGP.
“Sebagai pembalap, sayalah orang pertama yang ingin MotoGP terus bertumbuh besar. Tapi, saya pikir kami seharusnya bisa memikirkan cara lain untuk menumbuhkan olahraga ini tanpa terus mendorong (peran) pembalap,” tegas Marquez, dikutip dari Crash, Selasa (13/10/2026).
“Ini adalah perasaan saya. Sekarang, kami harus melakukan banyak hal, tidak hanya soal MotoGP. Kami punya kewajiban dengan sponsor, rapat, pemanasan, lalu parade, Hero Walk. Lalu, kamu kembali (ke garasi) dan rapat lagi dengan tim setelah pemanasan,” imbuh pria berusia 33 tahun itu.
“Pada akhirnya, kami adalah atlet. Tahun depan, jadwal semakin padat. Kami adalah orang-orang yang ingin membantu kejuaraan ini tetapi ada cara lain untuk menumbuhkannya. Kami harus tampil di trek, bukan di luar,” tandasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.