Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Penyebab Alex Marquez Jatuh 2 Kali saat MotoGP Jepang 2026

Erha Aprili Ramadhoni , Jurnalis-Senin, 05 Oktober 2026 |08:55 WIB
Penyebab Alex Marquez Jatuh 2 Kali saat MotoGP Jepang 2026
Penyebab Alex Marquez Jatuh 2 Kali saat MotoGP Jepang 2026 (Instagram/@alexmarquez73)
A
A
A

JAKARTA - Pembalap Gresini Racing, Alex Marquez, terjatuh pada balapan MotoGP Jepang 2026 di Sirkuit Motegi, Minggu (4/10/2026). Saat itu, adik Marc Marquez itu tengah berada di urutan kedelapan. 

1. Jatuh 2 Kali

Pembalap asal Spanyol itu mengalami sejumlah insiden pada MotoGP Jepang 2026. Padahal, ia sempat memiliki awal menjanjikan ketika mencatatkan waktu tercepat pada sesi latihan Jumat. 

Alex Marquez juga sempat terjatuh saat sesi pemanasan. Momen itu terjadi ketika para pembalap mendapatkan kesempatan pertama untuk menjajal ban belakang hard dari Michelin.

Kecelakaan itu disebabkan kesalahan gerakan kaki dan kesalahan saat menurunkan gigi. Masalah ini kemudian terulang kembali ketika balapan utama sehingga membuatnya terjatuh. 

"Saya melakukan kesalahan baik saat pemanasan maupun saat balapan," ujar Alex Marquez, melansir Crash, Senin (5/10/2026). 
 

Pemabalap Gresini Racing Alex Marquez (Instagram/@alexmarquez73)
Pemabalap Gresini Racing Alex Marquez (Instagram/@alexmarquez73)

"Saya tidak menempatkan kaki di posisi yang seharusnya saat motor sedang miring (lean angle), dan bukannya menurunkan gigi, saya malah menaikkan gigi. Dua kali," ucapnya.

Ia melanjutkan, lalu terjatuh karena posisi gigi salah dan motor terasa seperti mendorong maju secara tiba-tiba.

Meski melakukan 2 kesalahan yang sama, ia berusaha mengambil pelajaran dari kejadian itu. 

"Setidaknya ada sisi positifnya, yaitu kecepatan kami sebenarnya bagus, tetapi ini adalah kesalahan yang tidak boleh saya lakukan—terutama sampai dua kali dalam satu hari," ujarnya.

2. Ban Michelin Kejutkan Pembalap

Sementara itu, Marquez mengatakan bahwa seluruh paddock terkejut dengan performa ban belakang hard Michelin yang telah diperkuat strukturnya tersebut.

Konstruksi yang lebih kaku itu—yang menjadi pilihan rekomendasi Michelin setelah munculnya masalah blistering (lepuhan) pada ban belakang tipe soft dan medium saat Sprint—sebelumnya sempat menimbulkan masalah bagi Ducati di Austria.

 

"Saya rasa semua orang [terkejut]!" ujarnya. 

“Maksud saya, pagi ini di garasi, mereka sempat bercanda, ‘Kalau ban hard (keras) ini ternyata bekerja dengan baik, berarti kita sama sekali tidak paham soal motor ini!’

Namun, ban tersebut terbukti sangat kompetitif di permukaan aspal baru Motegi, meskipun para pembalap sempat mengabaikannya hingga akhirnya 'terpaksa' mencobanya untuk pertama kali pada sesi pemanasan pagi hari Minggu yang durasinya diperpanjang.

Pada akhirnya, seluruh pembalap memilih ban hard untuk balapan, meskipun ban medium dengan konstruksi standar masih tersedia.

(Erha Aprili Ramadhoni)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement