Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Mengenal Teqball, Cabor Baru di Asian Games 2026

Niken Wulandari , Jurnalis-Selasa, 29 September 2026 |01:04 WIB
Mengenal Teqball, Cabor Baru di Asian Games 2026
Mengenal Teqball yang jadi cabang olahraga baru di Asian Games 2026 (Foto: NOC Indonesia)
A
A
A

MENGENAL olahraga Teqball cukup menarik untuk diulas. Sebab, ini adalah cabang olahraga (cabor) baru di Asian Games 2026.

Teqball menjadi salah satu dari lima cabang olahraga yang debut pada Asian Games 2026. Empat lainnya adalah padel, selancar, BMX freestyle (sepeda), dan MMA (mixed martial arts/bela diri gaya campuran).

Sumaya beraksi di cabor teqball Asian Games 2026 (Foto: NOC Indonesia)
Sumaya beraksi di cabor teqball Asian Games 2026 (Foto: NOC Indonesia)

Indonesia turut mengukir prestasi pada debut Teqball di pertandingan Asian Games 2026. Pada nomor tunggal putri, Sumaya berhasil membawa pulang medali perak.

Tidak hanya itu, di nomor tunggal putra medali perunggu berhasil diraih oleh Yoga Ardika Putra. Lantas, apa itu Teqbal? Bagaimana aturan dan cara mainnya?

1. Apa itu Teqball?

Dilansir dari laman resmi milik Teqball Indonesia, Teqball merupakan cabang olahraga yang mengusung dasar permainan sepakbola. Tapi, olahraga ini dimainkan di atas meja khusus dengan permukaan melengkung (Teq).

Teqball sendiri pertama kali diciptakan di Hungaria pada 2012. Tiga orang penggemar sepakbola, yakni mantan pemain Gábor Borsányi, pengusaha György Gattyán, dan ilmuan komputer Viktor Huszár, memprakarsai lahirnya olahraga satu ini.

Permainan Teqball dimainkan oleh dua pemain dalam format tunggal atau antara tiga hingga empat pemain dalam format ganda. Pemain dalam olahraga ini diperbolehkan menggunakan seluruh anggota tubuh untuk memainkan bola kecuali tangan. 

 

2. Aturan Bermain Teqball

Sumaya beraksi di cabor teqball Asian Games 2026 (Foto: NOC Indonesia)
Sumaya beraksi di cabor teqball Asian Games 2026 (Foto: NOC Indonesia)

Berikut merupakan aturan utama bermain Teqball berdasarkan kutipan dari laman Olympic Council of Asia (OCA):

  • Bola yang dipakai dalam teqball sama dengan bola sepak bola, dengan ukuran lima ditetapkan sebagai ukuran resmi yang direkomendasikan.
  • Permainan ini bisa diikuti oleh dua pemain untuk nomor tunggal, atau empat pemain untuk nomor ganda.
  • Format pertandingan menggunakan sistem best-of-three sets, atau terbaik dari tiga set.
  • Setiap set berakhir ketika salah satu pemain atau tim berhasil mengumpulkan 12 poin.
  • Khusus set penentu, kemenangan harus diraih dengan selisih minimal dua poin.
  • Setiap pemain atau tim mendapat dua kali kesempatan untuk melakukan servis dengan sukses.
  • Giliran servis akan berpindah setelah terjadi empat poin.
  • Bagian tubuh yang sama tidak boleh menyentuh bola dua kali berturut-turut.
  • Pengembalian bola juga tidak diperbolehkan menggunakan bagian tubuh yang sama secara berurutan.
  • Setiap pemain atau tim diberi maksimal tiga kali sentuhan untuk mengembalikan bola, menggunakan bagian tubuh manapun kecuali tangan dan lengan.
  • Pada nomor ganda, bola wajib disentuh oleh kedua pemain dalam satu tim sebelum dikembalikan ke pihak lawan.
  • Apabila bola mengenai tepi meja, reli harus diulang dari awal.
  • Selama pertandingan berlangsung, pemain dilarang menyentuh meja maupun lawan mainnya.

Dengan demikian, kehadiran teqball di Asian Games 2026 menjadi bukti bahwa olahraga ini semakin diakui di kancah internasional, sekaligus membuka peluang baru bagi atlet-atlet Indonesia untuk berprestasi di level Asia. 

(Wikanto Arungbudoyo)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement