Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Pengakuan An Se-young, Ratu Bulu Tangkis Dunia yang Sebut Main di Asian Games 2026 bak Sasaran Pembunuhan

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Selasa, 29 September 2026 |13:02 WIB
Kisah Pengakuan An Se-young, Ratu Bulu Tangkis Dunia yang Sebut Main di Asian Games 2026 bak Sasaran Pembunuhan
Tunggal putri asal Korea Selatan, An Se Young. (Foto: BWF)
A
A
A

PERJALANAN pebulu tangkis tunggal putri nomor satu dunia asal Korea Selatan, An Se-young, di ajang Asian Games 2026 menyisakan cerita luar biasa sekaligus kontroversial. Di satu sisi, ia selangkah lagi mencetak sejarah baru sebagai pebulu tangkis putri pertama yang sukses mempertahankan gelar juara tunggal secara beruntun, namun di sisi lain, ia harus melewati rintangan berat akibat penjadwalan turnamen yang dinilai sangat kacau.

Ketangguhan An Se-young kembali terbukti ketika ia sukses melaju ke babak final usai menundukkan wakil China, Chen Yufei, di Ichinomiya City Municipal Gymnasium. Bermain di babak semifinal pada Senin 28 September 2026, An Se-young hanya membutuhkan waktu 40 menit untuk mengunci kemenangan dua gim langsung dengan skor meyakinkan 21-5 dan 21-12.

Kemenangan ini memperpanjang tren positif An atas Chen menjadi lima kemenangan beruntun. Sepanjang musim ini, atlet berjuluk si Bocah Ajaib tersebut tampil sangat dominan dengan mencatatkan 55 kemenangan dari total 56 pertandingan yang ia jalani.

Meski tampil begitu perkasa, An Se-young secara mengejutkan hanya memberi nilai 85 untuk performanya sendiri. Bagi atlet Korea Selatan tersebut, angka 100 baru akan tercapai jika ia mampu bermain sempurna tanpa melakukan satu pun kesalahan atau kehilangan poin.

1. Kritik Berantakannya Jadwal Asian Games 2026

Di balik dominasinya di lapangan, terselip cerita kelam mengenai buruknya sistem penjadwalan di Asian Games 2026. An Se-young sempat mengalami insiden melelahkan pada Sabtu 26 September 2026 lalu, di mana ia harus melakoni dua pertandingan dalam satu hari yang sama untuk babak 32 besar dan 16 besar.

An Se-Young (Foto: Bagas Abdiel)
An Se-Young (Foto: Bagas Abdiel)

Meskipun sukses mengatasi perlawanan Kamila Smagulova dan Ranithma Linayage tanpa kendala berarti, An Se-young meluapkan kekesalannya terhadap panitia pelaksana. Ia bahkan sempat berkeluh kesah kepada seniornya, Kim Ga-eun, mengenai beban fisik yang tidak masuk akal tersebut.

"Bukankah mereka sama saja melakukan pembunuhan dengan menyuruh kami bermain dua kali dalam satu hari?" ujar An Se-young, mengutip dari Korea Joongang Daily, Selasa (29/9/2026).

 

2. Bukan Hanya An Se-young

Keluhan serupa ternyata tidak hanya datang dari kubu Korea Selatan saja. Sejumlah pebulu tangkis top dunia lainnya seperti pebulu tangkis putra India, HS Prannoy, turut melayangkan protes keras di media sosial terkait padatnya jadwal pertandingan yang memaksa atlet bertanding dengan waktu istirahat sangat minim.

An Se-young

Dampak dari penjadwalan yang buruk ini juga dirasakan oleh atlet Thailand, Panitchaphon Teeraratsakul, yang terpaksa mundur dari nomor perorangan karena belum pulih dari cedera. Bahkan, wakil Indonesia Jonatan Christie turut menjadi korban kelelahan setelah mengalami situasi serupa harus bermain dua kali dalam sehari.

Kendati dihadapkan pada situasi yang menguras tenaga dan menuai kritik luas, fokus utama An Se-young kini tetap tertuju pada partai final. Pada partai final yang berlangsung siang ini, Selasa (29/9/2026), An Se-young akan melawan jagoan tunggal putri asal Jepang, Akane Yamaguchi.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement