“Memang saya merasa ada pressure dari awal main, ketegangannya juga cukup besar. Dan ya, saya rasa saya enggak bisa meng-handle hal tersebut di dalam lapangan tadi, itu saja sih,” tambahnya.
Kegagalan di partai puncak ini tampaknya memberikan beban psikologis yang cukup berat setelah melewati kalender kompetisi yang padat. Saat disinggung mengenai persiapan menghadapi turnamen besar berikutnya, Jonatan memilih untuk tidak terburu-buru dan memprioritaskan pemulihan kondisi mentalnya.
“Memang masih ada Kejuaraan Dunia dan Asian Games tapi mungkin fokusnya saat ini adalah untuk menenangkan pikiran dulu, menjauh sebentar dari bulutangkis, supaya lebih tenang, membersihkan ya pikiran yang sudah, yang sudah dipakai lah setelah mungkin ya tiga minggu pertandingan ini sampai hari ini,” pungkasnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.