Insiden ini langsung memicu ingatan publik pada kecelakaan serupa di tikungan pertama sirkuit Motegi tahun lalu, di mana Martin juga menyenggol Bezzecchi hingga terjatuh. Meski demikian, Rivola melihat ada perbedaan mendasar di antara kedua peristiwa tersebut.
“Saya rasa dampaknya serupa tetapi kesalahannya cukup berbeda. Tahun lalu dia melakukan overbrake dan itu adalah reaksi yang berbeda. Kali ini, saya tidak ingin menyebutnya kesalahan kecil, tetapi dia tidak memperlakukan rem depan sebagaimana mestinya di area tikungan pertama itu. Hal ini cukup berbeda dengan di Jepang. Kesalahan yang lebih kecil, tetapi dampaknya sama. Bagi kami, ini bahkan lebih buruk,” lanjut CEO Aprilia tersebut.
Kekesalan Rivola semakin memuncak karena kecelakaan ini turut menyeret pembalap Aprilia lainnya ke dalam gravel, sebuah pemandangan yang menurutnya sangat merugikan citra tim.
“Lalu, fakta bahwa kami juga tidak beruntung adalah ketika kami kecelakaan, ada motor Aprilia lain atau bahkan dua motor sekaligus di tengah-tengahnya, itu terlihat bodoh. Namun intinya adalah, ketika Anda tahu kondisinya sedang buruk, Anda harus berkendara dengan lebih santai,” tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.