BUDAPEST – CEO Aprilia Racing, Massimo Rivola, tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya setelah balapan MotoGP Hungaria 2026 hancur berantakan di tikungan pertama. Alih-alih membela, Rivola justru secara blak-blakan menunjuk sang juara dunia MotoGP 2024, Jorge Martin, sebagai biang keladi atas insiden tabrakan beruntun yang merugikan timnya sendiri.
Balapan baru saja dimulai ketika Marco Bezzecchi melakukan start impresif, melesat dari posisi keenam ke urutan ketiga. Namun, momentum tersebut seketika sirna saat Martin kehilangan kendali atas motornya saat melakukan pengereman.
Akibatnya, Bezzecchi terseret jatuh bersama deretan pembalap lain seperti Fermin Aldeguer, Fabio Di Giannantonio, dan rekan setim Martin di Aprilia, Raul Fernandez.
“Pikiran pertama saya selalu tertuju pada kondisi para pembalap, saya turut prihatin. Kesalahan Martin seharusnya tidak pernah terjadi, terutama ketika keselamatan taruhannya dan Anda mendekati tikungan pertama dengan sangat agresif,” ujar Rivola, melansir dari Crash, Selasa (8/6/2026).
Meskipun biasanya seorang manajer tim akan mencari pembenaran demi melindungi pembalapnya, Rivola memilih bersikap objektif dan tegas. Ia menilai blunder yang dilakukan Martin bukanlah karena faktor antusiasme belata, melainkan murni kesalahan teknis yang fatal.
“Itu adalah kesalahan yang aneh, bukan karena terlalu bersemangat. Dia melakukan kesalahan pengereman yang buruk, tetapi dia tidak mengerem terlalu lambat,” sambung Rivola.
“Dia justru menyalurkan tenaga lebih besar saat motor dalam posisi sedikit miring, tepat di bagian lintasan yang daya cengkeramnya (grip) lebih rendah. Ini adalah jenis kesalahan yang tidak boleh dilakukan oleh seorang juara dunia,” tambahnya.