JAKARTA – Putri Kusuma Wardani (Putri KW) lagi-lagi harus mengakui keunggulan Chen Yufei di perempatfinal Indonesia Open 2026 Super 1000. Ia melihat ada kelebihan yang bisa dipelajari.
Bertanding di Istora Senayan, Jakarta, Jumat 5 Juni 2026, Putri dipaksa menyerah dalam laga sengit yang berakhir dengan skor ketat 13-21 dan 20-22. Ia mengaku, salah satu ujian terberat sepanjang laga adalah meredam fokus yang kuat dari Chen.

Hal itu terlihat ketika Chen berhasil mengejar ketertinggalan dari Putri pada detik-detik awal permainan. Padahal, sebelumnya skor pertandingan cukup ketat yakni 6-6 dan 7-7.
Putri menilai konsistensi permainan yang ditunjukkan Chen di poin-poin kritis membuat sang lawan berhasil mengejar ketertinggalan dan mengimbangi permainannya. Hingga akhirnya, wakil China itu memaksanya merelakan tiket babak semifinal Indonesia Open 2026.
“Fokusnya itu, walaupun ketinggalan, dia tetap masih berusaha mendapatkan satu poin, walaupun ketinggalannya cukup jauh, tapi dia dari fokus dan konsisten bermainnya itu sangat kuat,” kata Putri, dikutip Sabtu (6/6/2026).
Di sisi lain, tunggal putri asal Tangerang itu mengakui masih sering melakukan kesalahan sendiri. Pola permainan yang kurang rapi tersebut berimbas dengan banyaknya hilang poin dan momentum.
“Dan saya masih suka banyak buang poin, rugi, dan fokusnya suka hilang-hilang,” aku Putri.

Ketika disinggung mengenai status Chen sebagai pemain top internasional yang sarat pengalaman, Putri menegaskan di atas lapangan, peringkat dunia bukanlah segalanya. Baginya, faktor pembeda utama di level tertinggi adalah kesiapan mental dan strategi saat bertanding.
“Sama saja, cuma mungkin siapa yang lebih siap saja di lapangan, itu yang bisa menjuarai,” pungkas Putri.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.