ADA 4 mantan bidadari PBSI yang sukses jadi pelatih di luar negeri yang menarik untuk dibahas. Ya, beberapa mantan atlet putri yang dijuluki bidadari lapangan ini membuktikan bahwa dedikasi mereka terhadap bulu tangkis tetap membara meski sudah berganti peran.
Keluar dari Pelatnas, baik karena degradasi maupun keputusan pribadi, justru menjadi pintu pembuka karier internasional yang gemilang bagi mereka. Kini, nama-nama tersebut sukses mengepakkan sayap sebagai pelatih di berbagai belahan dunia.
Nama Masita Mahmudin sempat meledak saat ia berhasil meraih medali perak Kejuaraan Dunia Junior 2013 bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo. Sempat digadang-gadang menjadi bintang masa depan saat promosi ke Pelatnas pada 2015, Masita akhirnya harus terdegradasi pada 2017.
Namun, kejutan besar dibuatnya pada musim 2023. Masita diketahui hijrah ke Daqing, China, untuk bergabung dengan Zhang Ning Sports, akademi milik legenda tunggal putri peraih dua emas Olimpiade. Di sana, Masita dipercaya menjadi pelatih khusus untuk pembibitan atlet anak-anak. Prestasi ini tergolong langka, mengingat ketatnya standar kepelatihan di Negeri Tirai Bambu.
Mantan atlet tunggal putri penghuni Pelatnas 2016 ini memutuskan menempuh jalur independen sejak 2018. Parasnya yang menawan selaras dengan prestasinya yang sempat bersinar saat menjuarai beberapa turnamen internasional di Guatemala, Peru, dan Meksiko tahun 2019.
Ghaida kemudian memilih hijrah ke Montreal, Kanada, dan bergabung dengan CST Badminton Club. Berawal sebagai pemain dan sparring partner, kini Ghaida telah bertransformasi sepenuhnya menjadi pelatih di klub tersebut. Ia bahkan sempat terlihat mendampingi muridnya, Catherine Choi, di ajang bergengsi Indonesia Open 2023 lalu.
Endang Nursugianti adalah sosok senior yang punya segudang prestasi, termasuk medali perunggu Kejuaraan Asia 2005 dan emas beregu putri SEA Games 2007. Setelah sempat melatih di PB Djarum dan menjadi pelatih ganda putri di PBSI, "Endang" kini memperluas jangkauan kepelatihannya ke Negeri Paman Sam.
Saat ini, ia aktif melatih di A-Zone Sports yang berlokasi di Texas, Amerika Serikat. Melalui media sosialnya, Endang sering membagikan momen saat menggembleng para pemain di Amerika, membawa pengalaman besarnya dari panggung bulu tangkis elite dunia ke Texas.
Lahir di Minahasa, Setyana pernah menjadi bagian dari PBSI Junior pada 2013 sebelum akhirnya berpindah kewarganegaraan ke Australia. Setelah sukses menembus peringkat 18 dunia bersama Gronya Somerville, Setyana sempat memutuskan mundur dari tim nasional Australia pada 2021 untuk fokus membangun akademi sendiri.
Setyana mendirikan Tumou Badminton di Australia sebagai wadah pembinaan pemain. Menariknya, Setyana sempat melakukan comeback sebagai pemain aktif bersama pasangan, Angela Yu.
Kendati demikian, Setyana kini kembali gantung raket dan fokus menjalankan peran sebagai pelatih dan pembina di klub miliknya tersebut.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.