JAKARTA - Pebulu tangkis tunggal putra Indonesia, Anthony Sinisuka Ginting, kembali mendapatkan mandat untuk memperkuat skuad Merah Putih di ajang Piala Thomas 2026. Namun, ada pemandangan menarik dalam daftar susunan pemain kali ini, di mana Ginting yang biasanya menjadi tumpuan utama justru terdaftar dengan status sebagai tunggal keempat.
Posisi ini terjadi lantaran Ginting masuk ke dalam skuad dengan peringkat dunia terendah di antara rekan setimnya. Berada di peringkat 46 dunia, posisi pemain asal Cimahi ini berada di bawah Jonatan Christie, Alwi Farhan, hingga pemain muda berbakat Moh. Zaki Ubaidillah.
Menyikapi degradasi posisi tersebut, Ginting justru merasa seperti sedang melakukan kilas balik ke masa awal perjuangannya. Ia teringat kembali pada momen tahun 2016, saat dirinya melakoni debut di Piala Thomas pada usia 19 tahun dengan status sebagai pemain pelapis.
"Ya pastinya cukup beda sih, maksudnya dari yang biasanya. Ya mungkin jadi inget lagi ke awal-awal (karier) waktu main Thomas Cup. Dulu dari yang tunggal ke-4, ke-3, ke-2, sempat jadi tunggal pertama juga. Jadi maksudnya lebih ingat-ingat moment itu," ungkap Ginting saat ditemui di Pelatnas PBSI, Kamis (16/4/2026).
"Tapi kalau ditanya maknanya berbeda, ya pasti dibilang beda banget juga enggak sih, karena udah beberapa kali ikut Thomas Cup juga, jadi memang yang nyikapinnya enggak terlalu yang kayak awal-awal (karier)," tambahnya.
Satu dekade lalu, Ginting terpilih bersama Jonatan Christie untuk merasakan atmosfer debut di turnamen beregu paling bergengsi ini. Saat itu, ia menduduki peringkat 23 dunia dan mengisi slot tunggal putra ketiga dalam skuad Piala Thomas 2016 yang berlangsung di Kunshan, China.
Hanya butuh waktu dua tahun bagi Ginting untuk melejit dan mengambil peran sebagai tunggal pertama tim Indonesia pada edisi berikutnya. Namun untuk tahun ini, situasinya berbalik drastis di mana ia harus rela berada di bawah para juniornya dalam struktur urutan pemain.