Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Hasil Evaluasi Piala Thomas dan Uber 2026: PBSI Berpotensi Rombak Tim Kepelatihan Pelatnas!

Andri Bagus Syaeful , Jurnalis-Jum'at, 08 Mei 2026 |14:23 WIB
Hasil Evaluasi Piala Thomas dan Uber 2026: PBSI Berpotensi Rombak Tim Kepelatihan Pelatnas!
PP PBSI berpotensi rombak tim kepelatihan pelatnas kelar Piala Thomas dan Uber 2026. (Foto: Andri Bagus/Okezone)
A
A
A

PENGURUS Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) sudah melakukan evaluasi kepada Tim Bulu Tangkis Indonesia setelah berlaga di Piala Thomas dan Uber 2026.  Evaluasi dilakukan setelah Skuad Merah Putih gagal memboyong gelar ke Tanah Air.

1. PBSI Buka Opsi Rombak Tim Kepelatihan

Wakil Ketua PP PBSI Taufik Hidayat mengatakan PBSI membuka peluang adanya perombakan di tim kepelatihan Pelatnas PBSI. Tujuan perombakan ini untuk meningkatkan prestasi atlet. Namun, sebelum perombakan dilakukan harus ada pertimbangan matang berdasarkan data dan performa tim kepelatihan.

Anthony Ginting gagal meloloskan Indonesia ke perempatfinal Piala Thomas 2026.
Anthony Ginting gagal meloloskan Indonesia ke perempatfinal Piala Thomas 2026.

"Sangat mungkin (adanya perubahan pelatih), kenapa tidak. Apakah ada perubahan di sektor tunggal, bisa saja. Promosi degradasi bisa kapan saja dan begitu juga dengan pelatih," kata Taufik Hidayat dalam konferensi pers di Pelatnas PBSI, Cipayung, Jakarta, Jumat (8/5/2026) 

"Kalau tidak perform, buat apa dipertahankan. Olahraga tidak bisa menunggu-nunggu. Tidak hanya pelatih teknik, tapi juga tim pendukung yang kalau tidak maksimal, kami cari lagi yang baru," tambah peraih medali emas Olimpiade Athena 2004 tersebut.

2. Tim Kepelatihan Mesti Improve

Pria berusia 45 tahun itu mengatakan tim kepelatihan harus meningkatkan kualitas. Hal ini penting agar berdampak positif untuk perkembangan atlet bulu tangkis Indonesia.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement