Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Francesco Bagnaia Masih Melempem di Awal MotoGP 2026, Valentino Rossi: Dia Sedang Tersesat

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Senin, 16 Maret 2026 |00:01 WIB
Francesco Bagnaia Masih Melempem di Awal MotoGP 2026, Valentino Rossi: Dia Sedang Tersesat
Pembalap Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia. (Foto: Instagram/ducaticorse)
A
A
A

BOLOGNA – Pembalap Tim Ducati Lenovo, Francesco Bagnaia masih tampak kesulitan mengeluarkan penampilan terbaiknya saat mentas di seri pembuka MotoGP Thailand 2026. Performa Bagnaia yang masih melempem itu pun menjadi sebuah bahasan menarik oleh para legenda MotoGP seperti Valentino Rossi, Jorge Lorenzo, Dani Pedrosa, hingga Giacomo Agostini.

Dalam pertemuan yang terjadi pada acara Hall of Fame di Misano, Italia pada September 2025 lalu itu, banyak legenda MotoGP sudah memprediksi Bagnaia akan kesulitan di awal musim 2026. Bahkan Rossi menyebut anak didiknya di VR46 itu sedang tersesat hingga akhirnya kesulitan mengeluarkan kemampuan terbaikny seperti menjadi juara di MotoGP 2022 dan 2023.

1. Masalah Teknis atau Perang Saraf?

Valentino Rossi secara terbuka menyoroti hilangnya kekuatan utama anak didiknya tersebut. Menurut The Doctor, Bagnaia yang biasanya sangat tangguh dalam manuver braking dan corner entry, kini tampak ragu-ragu. Ketidakpercayaan diri ini disinyalir berakar dari kehadiran sosok Marc Marquez di garasi yang sama.

"Sayangnya, Pecco agak kehilangan arah sekarang. Pengereman dan memasuki tikungan, di mana dia sangat kuat musim lalu (MotoGP 2024), sekarang dia mengalami beberapa kesulitan, ujar Rossi, dkutip dari Crash, Senin (16/3/2026).

“Secara psikologis, tidak mudah saat Marquez datang ke dalam tim dan langsung melaju sangat cepat," tambahnya.

Efek Marquez ini dianggap merusak ritme presisi Bagnaia. Jorge Lorenzo menambahkan bahwa Pecco adalah tipe pembalap yang membutuhkan segalanya berada di tempat yang tepat. Begitu ada satu variabel yang meleset, performanya langsung anjlok.

Francesco Bagnaia. (Foto: Instagram/ducaticorse)
Francesco Bagnaia. (Foto: Instagram/ducaticorse)

“Tetapi, ketika ada sesuatu yang tidak disukainya, dia kesulitan,” lanjut Lorenzo.

Selain faktor mental, Rossi menunjuk satu kelemahan teknis yang fatal di musim 2025, degradasi ban belakang. Berbeda dengan musim 2024 di mana ia sangat kuat di putaran-putaran akhir, kini Pecco justru melambat secara drastis saat balapan memasuki fase krusial.

 

Giacomo Agostini bahkan menilai masalah ini sudah masuk ke ranah mental, di mana demoralisasi mulai menggerogoti sang juara bertahan.

“Tapi menurut saya, Vale, ini masalah mental. Dia sedikit kehilangan semangat… Pikiran adalah segalanya,” sahut Agostini.

2. Kebangkitan Bezzecchi

Di tengah kemerosotan Bagnaia yang hanya mampu mendulang poin di dua dari 10 balapan terakhir, peta persaingan musim 2026 mulai bergeser. Marco Bezzecchi muncul sebagai protagonis baru. Menunggangi Aprilia yang semakin kompetitif, Bezzecchi tampil mendominasi sejak seri pembuka di Thailand.

Meski sempat terjatuh saat memimpin Sprint Race, Bezzecchi membalasnya dengan performa sempurna di balapan utama dengan memimpin setiap putaran hingga garis finis. Konsistensi Bezzecchi berbanding terbalik dengan Marquez yang sedang mengejar rekor delapan gelar kelas utama milik Agostini.

Francesco Bagnaia. (Foto: Instagram/ducaticorse)
Francesco Bagnaia. (Foto: Instagram/ducaticorse)

Marquez harus memulai musim 2026 dengan hasil pahit, di mana ia hanya mengantongi sembilan poin setelah mengalami kerusakan velg yang memaksanya mundur dari balapan utama.

Kini, pertanyaannya bukan lagi soal seberapa cepat motor Ducati, melainkan mampukah Bagnaia menemukan kembali presisinya sebelum musim 2026 sepenuhnya menjadi milik rival-rivalnya?

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement