Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Debut Manis Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama, Mimpi Masa Kecil yang Jadi Nyata di Moto3 2026

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Selasa, 03 Maret 2026 |22:25 WIB
Kisah Debut Manis Pembalap Indonesia Veda Ega Pratama, Mimpi Masa Kecil yang Jadi Nyata di Moto3 2026
Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama pamer helm baru untuk Moto3 2026. (Foto: Instagram/veda_54)
A
A
A

DUNIA balap motor Indonesia tengah diramaikan oleh kisah inspiratif Veda Ega Pratama. Pembalap muda asal Wonosari, Gunungkidul, ini sukses mengubah impian masa kecilnya menjadi kenyataan setelah resmi naik kelas ke kejuaraan dunia kasta ketiga, Moto3 2026.

Bergabung dengan Honda Team Asia, Veda tidak hanya datang sebagai pelengkap, melainkan langsung memberi ancaman nyata sejak seri pembuka di Thailand. Bagi Veda, kesempatan membela tim pabrikan sebesar Honda adalah momen yang sangat emosional.

"Ini sangat istimewa bagi saya karena menjadi pembalap juara dunia sudah menjadi impian saya sejak kecil," ungkapnya saat pertama kali diumumkan sebagai tandem dari pembalap Jepang, Zen Mitani.

Kepercayaan ini didapat Veda setelah ia menunjukkan dominasi luar biasa sebagai juara Asia Talent Cup 2023 dan menyabet posisi runner-up di ajang Red Bull Rookies Cup.

1. Kejutan di Buriram

Pembuktian atas bakat besarnya langsung tersaji dalam balapan debutnya di Sirkuit Internasional Chang, Buriram, Thailand, Minggu 1 Maret 2026. Memulai balapan dari posisi kelima, pembalap berusia 17 tahun ini menunjukkan mentalitas petarung yang tidak gentar menghadapi nama-nama besar.

Veda Ega Pratama melaju di Tes Pramusim Moto3 2026 (Foto: Instagram/@veda_54)
Veda Ega Pratama melaju di Tes Pramusim Moto3 2026 (Foto: Instagram/@veda_54)

Veda sempat membuat publik Indonesia menahan napas saat ia berhasil merangsek ke posisi ketiga pada lap keenam. Dalam balapan sepanjang 19 lap tersebut, Veda terlibat duel sengit di barisan depan melawan pembalap tangguh seperti Adrian Fernandez, Maximo Quiles, dan Valentin Perrone.

Meski pada akhirnya harus puas finis di posisi kelima, performanya yang konsisten di grup depan membuktikan bahwa adaptasinya di kategori baru berjalan sangat cepat. Ia menunjukkan tantangan besar bersaing dengan pembalap terbaik dunia bukan lagi sekadar angan, melainkan realitas yang mampu ia hadapi dengan kepala tegak.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement