PANGGUNG Grand Slam Australian Open selalu memiliki ikatan batin yang kuat dengan tenis Indonesia. Sejak era 1960-an hingga edisi 2026 yang tengah berlangsung, wajah-wajah atlet Tanah Air, khususnya sektor putri, telah berulang kali menghiasi lapangan keras di Melbourne Park.
Janice Tjen merupakan bintang tenis baru yang tengah bersinar. Setelah menjuarai Hobart International 2026, Janice mencatatkan debut Grand Slam keduanya di Australian Open 2026. Petenis berusia 23 tahun ini bahkan sukses mengalahkan pemain top dunia, Leylah Fernandez di babak pertama.
Lita Liem Sugiarto adalah pionir sejati tenis Indonesia di panggung dunia. Tampil perdana pada 1968, Lita langsung turun di tiga nomor sekaligus (tunggal, ganda, dan campuran).
Capaian terbaiknya adalah menembus babak 16 besar tunggal putri dan perempat final ganda putri pada 1970 bersama Lany Kaligis.
Rekan duet setia Lita Liem ini juga merupakan legenda yang memulai kiprahnya di tahun yang sama, 1968. Lany tercatat pernah mencicipi ketatnya persaingan di seluruh turnamen Grand Slam dunia, menjadikannya salah satu fondasi sejarah tenis nasional.
Pada edisi 1994, petenis asal Surabaya ini mencuri perhatian di nomor tunggal. Romana sukses melaju hingga putaran ketiga sebelum akhirnya terhenti. Di tahun yang sama, ia juga menunjukkan kelasnya di French Open dan US Open.
Siapa yang tak kenal nama ini? Yayuk adalah petenis Indonesia tersukses sepanjang sejarah dengan peringkat dunia tertinggi ke-19 (tunggal) dan ke-9 (ganda). Di Australian Open, ia pernah menembus babak ke-4 tunggal putri pada 1998 sebelum ditekuk legenda Martina Hingis.
Petenis kelahiran Surakarta ini menjadi andalan Indonesia di awal era 2000-an. Capaian paling mengesankan Wynne di Melbourne adalah mencapai babak perempat final ganda campuran pada tahun 2003 saat berpasangan dengan David Adams.
Petenis yang akrab disapa Angie ini menjalani debutnya di usia 18 tahun pada 2003. Meski kesulitan di nomor tunggal, Angie menunjukkan taringnya di nomor ganda putri dengan berhasil menembus babak perempat final pada edisi 2004.
Menjadi tumpuan Indonesia saat ini, Aldila dikenal sebagai spesialis ganda yang disegani. Pada 2023, ia berhasil mencapai babak ketiga. Di edisi 2026 ini, ia kembali berjuang di nomor ganda putri bersama petenis Meksiko, Giuliana Olmos.
Petenis putra yang akrab disapa Christo ini juga memiliki sejarah di Melbourne. Spesialis ganda ini tercatat pernah berkompetisi di Australian Open, menjaga eksistensi petenis putra Indonesia di level tertinggi dunia.
(Rivan Nasri Rachman)