DUNIA bulu tangkis era 90-an mungkin mengenang Susy Susanti sebagai ratu yang tak tertandingi, namun di balik kejayaan sang legenda Indonesia, ada satu nama yang selalu membayangi: Ye Zhaoying. Jika Susy dipuja sebagai pahlawan nasional, nasib memilukan justru menimpa Ye. Pemilik 11 kemenangan dari 34 duel epik melawan Susy ini kini bukan lagi pahlawan bagi negaranya, melainkan sosok yang namanya haram diucapkan dalam sejarah olahraga China.
Pebulu tangkis kelahiran Hangzhou, 7 Mei 1974 ini, awalnya adalah permata paling berkilau di Negeri Tirai Bambu. Dengan teknik yang kilat dan kecerdasan strategi yang mematikan, Ye Zhaoying merajai puncak dunia. Namun, segala tinta emas yang ia torehkan seketika luntur menjadi noda hitam bagi pemerintah China setelah sebuah pengakuan jujur yang mengguncang integritas sistem olahraga di negaranya.
Gugurnya nama Ye Zhaoying berawal dari rahasia kelam yang ia simpan rapat selama bertahun-tahun mengenai insiden Olimpiade Sydney 2000. Dalam sebuah kejujuran yang pahit, Ye mengaku bahwa dirinya dipaksa mengalah oleh sistem demi memuluskan langkah rekan senegaranya, Gong Zhichao, di babak semifinal. Instruksi untuk "sengaja kalah" demi ambisi emas kolektif negara tersebut rupanya menjadi duri dalam daging bagi Ye.
Kejujuran itu dianggap sebagai pemberontakan terhadap rezim yang penuh intrik politik. Alih-alih mendapatkan simpati, ia justru dicap sebagai pengkhianat negara yang telah mencoreng citra China di mata internasional. Sejak saat itu, mesin propaganda negara bergerak cepat: nama Ye Zhaoying dihapus dari buku sejarah, prestasi-prestasinya seolah tak pernah ada, dan ia pun dikucilkan secara sistematis dari lingkungan yang membesarkannya.
Tekanan yang tak tertahankan memaksa Ye Zhaoying mengambil langkah drastis dengan meninggalkan tanah kelahirannya menuju Spanyol. Pelarian ini ia lakukan bersama sang suami, Hao Haidong, seorang legenda sepak bola dan pencetak gol terbanyak sepanjang sejarah China yang juga ikut masuk dalam daftar hitam. Tragisnya, pengucilan ini tidak hanya datang dari pemerintah, tetapi juga dari orang-orang terdekatnya.