Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Baru Menggila di Paruh Kedua MotoGP 2025, Pedro Acosta Akui Sempat Tertekan di Awal Musim

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Jum'at, 28 November 2025 |10:23 WIB
Baru Menggila di Paruh Kedua MotoGP 2025, Pedro Acosta Akui Sempat Tertekan di Awal Musim
Pembalap Tim Red Bull KTM, Pedro Acosta. (Foto: Instagram/37pedroacosta)
A
A
A

MUSIM MotoGP 2025 menjadi kisah dua babak yang kontras bagi pembalap Tim Red Bull KTM, Pedro Acosta. Setelah sebelas putaran pertama tanpa satu pun podium dan tenggelam di posisi kedelapan klasemen, Acosta bangkit secara dramatis di paruh kedua musim, mengakhiri tahun di posisi keempat.

Bukan suku cadang baru atau set-up motor, Acosta menyebut perubahan mentalitas sebagai kunci utama di balik lonjakan performanya yang fantastis. Pembalap di musim rookie 2024 bersama Tech3 dengan sembilan podium, menempatkannya di posisi keenam klasemen akhir. Ekspektasi tinggi pun menyertai kepindahannya ke tim pabrikan KTM pada 2025, namun kenyataannya justru membawa frustrasi di paruh awal.

1. Transformasi Mental

Acosta yang menjalani pertemuan penting dengan manajemen KTM di tengah musim, menegaskan bahwa titik balik performanya datang dari dalam dirinya, bukan dari perubahan radikal pada RC16. Meskipun KTM sempat memperbarui fairing di Austria yang membuat performanya lebih konsisten, perubahan terbesarlah adalah sisi mentalnya.

"Saya pikir yang menjadi lebih baik adalah orangnya (diri saya). Karena jika Anda melihat motornya, kami tidak banyak mengubahnya,” ungkap Acosta, mengutip dari Crash, Jumat (28/11/2025).

Pedro Acosta melaju di MotoGP Malaysia 2025 (Foto: KTM Media/Polarity Photo/Rob Gray)
Pedro Acosta melaju di MotoGP Malaysia 2025 (Foto: KTM Media/Polarity Photo/Rob Gray)

"Saya menyadari bahwa tidak peduli jika Anda menangis untuk sesuatu yang tidak Anda miliki, karena tidak ada yang akan berubah," tambahnya.

Sadar akan hal itu, Acosta mulai fokus pada peningkatan diri, berusaha meminimalisir kesalahan, menjadi lebih profesional, dan menyatukan semua elemen performanya. Ia mengakui, performa buruknya di awal musim disebabkan oleh ambisi yang berlebihan.

"Mungkin saya terlalu menginginkannya, saya mencoba terlalu keras, dan kemudian saya jatuh," lanjut Acosta.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement