Acosta memegang rekor yang tidak diinginkan di antara pembalap KTM musim itu: ia mengalami 21 kali kecelakaan, terbanyak di timnya. Ia menyesali banyak peluang finis di posisi lima besar yang hilang akibat jatuh.
Untuk mengatasinya, Acosta memutuskan untuk mundur selangkah, menenangkan diri, dan melihat situasi dari perspektif yang lebih luas. Kini, ia tidak lagi memasang ekspektasi tinggi sebelum balapan.
"Sekarang saya tidak membuat ekspektasi apa pun untuk akhir pekan saya. Saya hanya melompat ke atas motor pada hari Jumat dan bekerja sampai saya kompetitif," sambung Acosta.
Kebangkitan ini terbukti efektif. Sejak putaran ke-12 di Brno, Acosta mencatatkan rentetan 12 podium (termasuk Sprint dan balapan utama) selama sebelas putaran terakhir. Total perolehan 208 poin yang ia kumpulkan di paruh kedua musim hanya kalah tipis dari Marco Bezzecchi (Aprilia) dengan 223 poin.
(Rivan Nasri Rachman)