Share

Demi Jaminan Hari Tua, Kemenpora RI Sebut Atlet Harus Jadi Profesi

Fitradian Dimas Kurniawan, Jurnalis · Rabu 07 Desember 2022 13:23 WIB
https: img.okezone.com content 2022 12 07 43 2722335 demi-jaminan-hari-tua-kemenpora-ri-sebut-atlet-harus-jadi-profesi-DUOAOm36YN.jpg Shella Bernadetha, salah satu atlet voli berprestasi Indonesia (Foto: Instagram/Shella Bernadetha)

JAKARTA – Kementerian Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora RI) melalui Deputi Bidang Peningkatan Prestasi, Raden Isnanta menyinggung soal jaminan masa depan atlet. Ia mengatakan atlet saat ini harus dijadikan profesi.

Selain itu, ia mengingatkan agar atlet bijak dalam memanfaatkan bonus prestasi yang diberikan pemerintah. Hal itu bertujuan agar tidak ada lagi atlet nasional yang hidup kesulitan di masa mendatang.

Atlet Indonesia

(Atlet angkat besi andalan Indonesia, Eko Yuli Irawan ketika berhasil rebut medali emas di SEA Games 2021)

Ikatan Alumni Fakultas Hukum Universitas Indonesia (ILUNI FHUI) menggelar diskusi panel bertajuk Jaminan Perlindungan Atlet Demi Kesinambungan Prestasi dan Industri Olahraga Nasional. Diskusi itu dihelat di Hotel Atlet Century Park, Jakarta, Rabu (7/12/2022).

Lewat diskusi panel tersebut, ILUNI FHUI mencoba memberikan dukungan kepada dunia keolahragaan nasional. Diskusi bertujuan agar stakeholder bisa memberi masukan dalam rangka implementasi amanat UU No. 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan.

Hal itu agar industri olahraga di Tanah Air dapat terbangun baik dan berkesinambungan. Dalam forum diskusi itu, turut hadir Deputi Bidang Peningkatan Prestasi Kemenpora RI, Raden Isnanta. Ia menyebut jika dalam hal ini, atlet wajib menjadi salah satu dari profesi.

“Atlet sebagai pejuang kemerdekaan, sekarang harus mulai memiliki perhitungan. Ke depan, pemerintah ingin atlet harus menjadi profesi,” kata Raden Isnanta pada panel diskusi di Jakarta, Rabu (7/12/2022).

Follow Berita Okezone di Google News

Hingga saat ini, pemerintah dapat memberikan bonus, sesuai dengan prestasi. Tak hanya berupa uang, pekerjaan juga menjadi salah satu hadiah. Raden Isnanta menilai hal ini adalah kemajuan, mengingat sebelumnya atlet hanya mendapat ucapan terima kasih.

Atlet Indonesia

(Greysia Polii dan Apriyani Rahayu atlet bulu tangkis yang sukses raih medali emas Olimpiade 2020)

“Bonus sekarang sudah mulai diberikan. Dulu tidak mengenal bonus, dan hanya dapat ucapan terima kasih. Sekarang, bonus semakin naik, karena sudah ada perjuangan dan harga yang harus dibayar,” ujarnya.

Langkah ini sendiri disebut sebagai langkah menuju masa depan. Dengan begitu, atlet dapat fokus berlatih dan meningkatkan prestasi, tanpa perlu khawatir mengenai kehidupan di masa depan.

“Ini demi masa depan. Supaya mereka meluangkan waktu latihan dari kecil dan tak pernah meluangkan kehidupannya untuk aspek ekonomi dan karier. Bonus dan jaminan hari tua, itu harus dipikirkan,” tutur Raden Isnanta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini