TANGERANG – Pembalap gokart Indonesia, Abraham Hutapea siap tampil di ajang Rok Cup Superfinal Sirkuit South Garda, Lonato, Italia pada 13-17 Oktober 2026 mendatang. Demi bisa bersinar di balapan tersebut, hal utama yang dilakukan Abraham adalah mengenali lintasan.
Pelatih Abraham sekaligus mantan pembalap Formula 4 Asia, Keanon Santoso, mengungkapkan selain melatih fisik, pengenalan dan adaptasi lintasan menjadi poin utama bagi Abraham jelang debutnya di kejuaraan dunia tersebut.
Bukan tanpa alasan, lintasan Asia yang sering menjadi lokasi latihan memiliki karakter yang berbeda dengan lintasan Eropa. Apalagi, ajang ini merupakan kejuaraan dunia perdana bagi Abraham.
“Abraham tuh yang pertama kalinya bakal balapan di Eropa, sebenarnya dari Asia ke Eropa tuh ada perbedaan yang cukup besar lah di dalam feeling di track-nya juga. Soalnya juga biasanya yang dari Asia ke Eropa untuk pertama kalinya cukup sulit juga ya karena track-nya beda, perlawanannya juga beda, tapi ini kita memaksimalkan dan berusaha untuk enjoy juga lah balapan ini,” ungkap Keanon saat diwawancarai sebelum bertolak ke Italia mendampingi Abraham di Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta, dikutip Minggu (11/10/2026).
Tidak hanya itu, lintasan Eropa juga dikenal dengan grip atau daya cengkram yang tinggi sehingga membuat setir gokart menjadi lebih berat. Hal tersebut menjadi tantangan tersendiri yang harus dihadapi Abraham dalam balapan nanti.
“Kalau latihan tuh fisik kita naikkan terus juga karena di sana track-nya emang lebih grip. Otomatis kan juga setirnya jadi lebih berat dan itu memakan cukup banyak energi,” ucap dia.
Terkait strategi yang diterapkan untuk Abraham, Keanon mengaku tidak terlalu banyak siasat khusus. Terlebih ia sendiri belum mengetahui bagaimana reaksi Abraham saat mengaspal di Sirkuit South Garda nanti, ditambah faktor cuaca dingin yang berpengaruh cukup besar terhadap kondisi ban gokart.
“Tapi yang pasti kita harus cepat adaptasi. Apa yang Abraham lakukan di sana kita harus memaksimalkan dan mendapatkan hasil terbaik. Dan soal strategi, sebenarnya strategi buat balapan kurang lebih sama. Qualifying-nya bagus, heat-nya bagus, masuk ke final, dan mendapatkan posisi yang bagus juga. Keep it simple aja kita bilang,” ungkap Keanon.