JAKARTA — Legenda bulu tangkis Denmark, Viktor Axelsen, melayangkan kritik tajam terhadap kebijakan Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) terkait perombakan sistem hitungan poin. Axelsen menilai, pemangkasan durasi gim tersebut justru berpotensi merusak esensi keindahan bulu tangkis karena menggerus unsur taktik, drama, dan ketahanan fisik para atlet di lapangan.
Sebagai diketahui, BWF resmi mengesahkan sistem skor 15 poin untuk tiga gim (best of three games) yang resmi mulai 4 Januari 2027. Perubahan aturan tersebut disetujui melalui voting anggota BWF dengan hasil 198 negara mendukung dan 43 negara menolak.
Viktor Axelsen mengatakan lebih menyukai sistem 21 poin yang selama ini digunakan dalam kompetisi internasional. Pasalnya, sistem 21 poin lebih menantang untuk atlet profesional.
"Saya pikir perubahan sistem poin menjadi perubahan besar bagi olahraga ini. Saya rasa kita akan kehilangan unsur daya tahan dan juga momen comeback dalam pertandingan. Kita akan kehilangan itu dengan sistem 15 poin," kata Axelsen di Jakarta, Minggu (24/5/2026).
Peraih dua medali emas Olimpiade memahami alasan BWF yang ingin membuat durasi turnamen besar menjadi lebih panjang. Akan tetapi, perubahan sistem skor tidak menjadi solusi yang pas.
"Saya pikir olahraga ini sebenarnya lebih baik tetap memakai sistem 21 poin. Terutama sekarang ketika di turnamen besar jeda antarpertandingan lebih panjang, saya rasa pemain sebenarnya bisa menanganinya," sambung Axelsen
"Kalender pertandingan memang sangat padat, jadi menurut saya lebih baik memperbaiki itu daripada mengubah sistem skor," tambahnya.
Viktor Axelsen memberikan pandangan bahwa sistem baru akan mengurangi tantangan fisik dalam pertandingan. Namun, peluang terjadinya kejutan dalam sebuah laga diperkirakan meningkat.
"Secara fisik, sistem 15 poin tidak akan seberat sistem 21 poin. Namun akan ada lebih banyak kejutan di turnamen, terutama di awal. Anda harus siap sejak awal dan tidak bisa terlalu santai. Jadi kita lihat saja nanti bagaimana hasilnya," kata Axelsen.
"Ya, saya pikir kita akan kehilangan sedikit drama dan taktik. Saya suka sejarah dalam sebuah pertandingan, ketika laga bisa naik turun. Bahkan ketika tertinggal 11-5, Anda masih bisa bangkit. Itu akan sangat sulit jika hanya bermain sampai 15 poin," lanjutnya.
Viktor Axelsen menilai pemain dengan gaya menyerang bakal diuntungkan dengan sistem 15 poin. Dia pun akan menunggu diterapkan sistem tersebut karena menjadi warna baru dalam turnamen bulu tangkis internasional.
"Saya pikir akan ada lebih banyak kejutan karena ketika Anda hanya perlu mencetak 15 poin, terutama pemain bertipe menyerang, jika mereka datang dalam performa terbaik dan sedikit beruntung, sementara pemain unggulan mungkin belum benar-benar panas, maka kejutan bisa terjadi," imbuh Axelsen.
(Rivan Nasri Rachman)