DUNIA bulu tangkis tidak hanya soal adu teknik di atas lapangan, tetapi juga tentang ketahanan mental dan adu urat saraf atau psywar. Salah satu rivalitas paling membara dalam sejarah tunggal putri modern melibatkan ratu bulu tangkis Spanyol, Carolina Marin, dan bintang India, Pusarla V. Sindhu.
Puncak ketegangan keduanya meledak dalam sebuah insiden dramatis yang nyaris berujung pada kontak fisik di ajang Denmark Open 2023.
Momen yang tak terlupakan itu terjadi di babak semifinal yang digelar di Jyske Bank Arena, Odense. Dalam laga yang berlangsung sengit hingga rubber game, tensi memuncak saat Marin unggul jauh 9-2 di set penentuan.
Setelah sebuah reli berakhir, sebuah shuttlecock jatuh di dekat net. Secara spontan, kedua pemain berlari bersamaan untuk mengambilnya.
Marin yang dikenal agresif berhasil menjangkau kok lebih dulu, namun aksi ini memicu kemarahan Sindhu. Pemain India tersebut merasa memiliki hak lebih dulu karena kok jatuh di area lapangannya. Adu mulut hebat pun pecah di depan net, memaksa wasit (umpire) turun tangan untuk melerai keduanya.
Saking panasnya situasi tersebut, komentator pertandingan bahkan berkelakar bahwa laga bulu tangkis ini bisa berubah menjadi pertandingan tinju, sebuah pemandangan yang sangat langka di olahraga tepok bulu. Akibat insiden rebutan mainan shuttlecock ini, wasit dengan tegas menghadiahi kartu kuning untuk Marin maupun Sindhu sebagai bentuk peringatan atas perilaku tidak sportif mereka.
Meski diwarnai drama, Carolina Marin akhirnya membuktikan kelasnya dengan memenangkan pertandingan lewat skor 21-18, 19-21, dan 21-7. Federasi Bulu Tangkis Dunia (BWF) bahkan memberikan apresiasi khusus dengan menjuluki Marin sebagai Mental Monster.