Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Pebulu Tangkis Jolin Angelia, dariLatihan Gila-gilaan hingga Wujudkan Mimpi Masuk Pelatnas Cipayung

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Senin, 16 Februari 2026 |04:01 WIB
Kisah Pebulu Tangkis Jolin Angelia, dariLatihan Gila-gilaan hingga Wujudkan Mimpi Masuk Pelatnas Cipayung
Tunggal putri Indonesia, Jolin Angelia. (Foto: PBSI)
A
A
A

KARAWANG – Senyum sumringah terpancar dari wajah Jolin Angelia setelah dirinya memastikan satu tempat di Pelatnas PBSI. Melalui perjuangan ekstra keras, Jolin sukses menasbihkan diri sebagai yang terbaik di sektor tunggal putri pada ajang Seleksi Nasional (Seleknas) PBSI 2026.

Dalam partai puncak yang digelar di Majeh Arena Wadas, Karawang, Jawa Barat, Sabtu 7 Februari 2026 lalu, Jolin berhasil meredam perlawanan Wening Arviani (Pelatkot Tangsel). Lewat pertarungan berdurasi 59 menit, Jolin menang dua gim langsung dengan skor 21-13 dan 23-21.

1. Titik Balik dari Musim yang Terjal

Keberhasilan Jolin menembus gerbang Cipayung tidak didapatkan dengan mudah. Ia mengakui bahwa sepanjang tahun 2025, perjalanannya di atas lapangan kerap menemui kerikil tajam. Meskipun sempat mencicipi gelar juara di awal tahun, performanya sempat tertutup oleh dominasi Mayla Cahya Afilian Pratiwi di berbagai seri Sirkuit Nasional (Sirnas).

“Dari awal tahun 2025 memang tidak mudah buat saya. Di Sirnas pertama saya juara, tapi setelah itu Mayla lebih menguasai. Dari situ saya banyak belajar dan saya latihan lebih gila-gilaan lagi untuk persiapan Seleknas dan inilah hasilnya,” jelas Jolin dikutip dari laman resmi PB Djarum, Senin (16/2/2026).

Mengenai jalannya laga final, Jolin sempat memegang kendali penuh hingga pertengahan gim kedua. Namun, situasi sempat menegang saat lawan mulai berani mengubah pola permainan. Beruntung, Jolin mampu menjaga ketenangan di poin-poin kritis meski sempat merasa terlalu berhati-hati dalam menjaga keunggulan.

Jolin Angelia. (Foto: PBSI)
Jolin Angelia. (Foto: PBSI)

2. Perpisahan Haru dengan PB Djarum

Bagi Jolin, masuk Pelatnas adalah impian besar yang menjadi awal baru dalam kariernya untuk menjadi pemain papan atas dunia. Meski merasa lega, ada rasa haru yang menyelimuti karena ia harus berpisah dengan klub yang telah membesarkannya, PB Djarum. Ia menyadari bahwa segala pencapaiannya saat ini merupakan buah kesabaran para pelatih di klub asal Kudus tersebut.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement