Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

10 Kampus Siap Adu Gengsi di UniGames, Rebut Beasiswa Rp4,1 Miliar

Andri Bagus Syaeful , Jurnalis-Selasa, 06 Oktober 2026 |19:06 WIB
10 Kampus Siap Adu Gengsi di UniGames, Rebut Beasiswa Rp4,1 Miliar
Ajang olahraga multicabang yang mempertemukan 10 kampus siap digelar (Foto: UniGames)
A
A
A

TANGERANG – Perjalanan Campus League Season 1 memasuki fase penentuan melalui UniGames Grand Champions yang berlangsung pada 6–11 Desember 2026 di Universitas Pelita Harapan (UPH), Karawaci, Tangerang, Banten. Ajang olahraga multcabang antarkampus ini menjadi panggung terakhir bagi perguruan tinggi peserta untuk mengumpulkan poin sekaligus menentukan kampus yang berhak menyandang gelar Grand Champions Season 1.

UniGames menjadi bagian akhir dari perjalanan satu musim Campus League yang sebelumnya mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi melalui tiga cabang olahraga, yakni basket, badminton, dan futsal. Akumulasi medali dari tiga cabang tersebut akan dilanjutkan dengan tujuh cabang olahraga yang dipertandingkan di UniGames untuk menentukan juara umum.

1. Ukur Konsistensi dan Perjalanan Prestasi

Kickboxing

CEO Campus League, Ryan Gozali, mengatakan UniGames dirancang untuk mengukur konsistensi dan perjalanan prestasi kampus sepanjang satu musim, bukan sekadar menentukan pemenang dalam satu cabang olahraga. UniGames 2026 mempertandingkan tujuh cabang olahraga, yakni sepak bola wanita, biliar, jujitsu, taekwondo, shorinji kempo, kickboxing, dan wushu.

“UniGames adalah puncak dari perjalanan Campus League Season 1. Di sini, seluruh perjuangan yang sudah dibangun sepanjang musim akan diperhitungkan dalam satu klasemen untuk menentukan Grand Champions,” ujar Ryan Gozali.

Menurut Ryan, persaingan tidak hanya ditentukan oleh kekuatan sebuah kampus di satu cabang olahraga, tetapi juga konsistensi dalam meraih prestasi di berbagai nomor pertandingan. Karena itu, setiap medali yang diraih mahasiswa akan memiliki pengaruh terhadap posisi kampus dalam klasemen akhir Grand Champions.

Medali yang diperoleh sepanjang satu musim, termasuk di UniGames, akan dikonversi menjadi poin dengan rincian tujuh poin untuk emas, empat poin untuk perak, dan dua poin untuk perunggu. Sistem penghitungan medali beregu juga disesuaikan dengan jumlah pemain di lapangan, sehingga satu kemenangan tim dapat memberikan kontribusi besar terhadap posisi kampus di klasemen.

Sebagai contoh, medali dari tim basket dihitung berdasarkan lima pemain di lapangan, bukan satu medali seperti pada ajang multisport pada umumnya. Dengan sistem tersebut, posisi klasemen Grand Champions masih dapat berubah hingga pertandingan terakhir UniGames.

“Yang ingin kami hadirkan melalui UniGames adalah kompetisi yang membuat setiap pertandingan memiliki arti bagi perjalanan sebuah kampus. Mahasiswa tidak hanya bermain untuk memenangkan pertandingan, tetapi juga membawa nama almamater dan berkontribusi terhadap pencapaian kampusnya di klasemen akhir,” lanjut Ryan.

2. Sambut Positif

Universitas Pelita Harapan (UPH) sebagai tuan rumah UniGames menyambut positif kepercayaan yang diberikan untuk menggelar babak penentuan tersebut. Associate Vice President of Student Development, Alumni & Corporate Relations UPH, Dr. Andry M. Panjaitan, menilai olahraga menjadi bagian penting dalam membentuk pengalaman mahasiswa di luar ruang akademik.

“Bagi UPH, olahraga adalah bagian yang tidak terpisahkan dari pendidikan holistik, sebab pengalaman akademik dan nonakademik saling melengkapi. Di lapangan dan dalam kompetisi, mahasiswa mengasah hard skill, soft skill, dan life skill, sekaligus membentuk karakter lewat disiplin, sportivitas, ketekunan, dan kerja sama,” ungkap Andry.

Andry menambahkan, UniGames tidak hanya menjadi ruang kompetisi bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi, tetapi juga membuka kesempatan untuk membangun relasi dan memperkuat ekosistem olahraga mahasiswa. Menurutnya, ajang tersebut sejalan dengan upaya membentuk sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berprestasi di bidang olahraga.

 

“Lebih dari sekadar pertandingan, kami melihat UniGames sebagai bagian dari upaya bersama untuk memperkuat ekosistem olahraga mahasiswa di Indonesia. Ajang ini sejalan dengan Asta Cita Presiden, khususnya dalam membangun sumber daya manusia yang sehat, unggul, dan berprestasi di bidang olahraga,” imbuh Andry.

UniGames juga mendapat dukungan dari tujuh federasi olahraga yang terlibat dalam penyelenggaraan kompetisi. Salah satunya Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) yang berharap ajang tersebut dapat menjadi bagian dari proses regenerasi atlet muda di tingkat perguruan tinggi.

Sekjen PB WI, Iwan Kwok, mengatakan kompetisi antarkampus dapat membuka ruang pembinaan berkelanjutan bagi student-athlete. Terlebih, wushu menjadi salah satu cabang olahraga yang berkontribusi dalam perolehan medali Indonesia di Asian Games 2026.

“Kami berharap melalui ajang UniGames ini, proses regenerasi atlet wushu dapat terus berjalan dengan baik dan melahirkan student-athlete yang berprestasi. Wushu merupakan salah satu cabang olahraga andalan utama Indonesia di berbagai multi-event internasional cabang bela diri, sehingga pembinaan yang berkesinambungan di tingkat perguruan tinggi menjadi sangat vital,” tegas Iwan.

3. Ruang Lebih Besar

Ilustrasi Biliar MNC Media

Sementara itu, Chairman LUGU Group, Hendri Lukito, mengapresiasi kehadiran Campus League UniGames yang dinilai dapat memberikan ruang lebih besar bagi perkembangan student-athlete cabang biliar. Menurutnya, kompetisi tersebut juga dapat menjadi jembatan bagi pegiat biliar dari level junior hingga menuju jenjang profesional.

“Tentu kami sangat berharap Campus League jadi inkubator untuk student-athlete cabang biliar. Sehingga mereka punya satu wadah yang proper guna mendapatkan pengalaman, jam terbang untuk bertanding di tingkat nasional yang mungkin masih jarang di kalangan mahasiswa,” ucap Hendri.

Selain memperebutkan gelar Grand Champions, persaingan 10 kampus terbaik juga dibayangi apresiasi berupa beasiswa pendidikan dengan total nilai Rp4,1 miliar. Beasiswa tersebut akan diberikan kepada 10 kampus yang menempati posisi terbaik dalam klasemen akhir Grand Champions Campus League Season 1.

(Wikanto Arungbudoyo)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement