Ia juga menegaskan berbagai tantangan nonteknis yang muncul selama pelaksanaan Asian Games dapat diantisipasi sehingga fokus utama tetap terjaga pada perjuangan atlet di arena pertandingan
“Segala sesuatu tantangan-tantangan yang ada, secara nonteknis bisa kita selesaikan dengan baik. Kami merasa sangat berbahagia dan puas karena kita bisa mengantisipasi segala kendala yang terjadi di Nagoya dan memastikan para atlet kita bisa berlaga, bertanding dengan sebaik-baiknya, semaksimal mungkin,” ujar Todotua Pasaribu.
Bagi Tim Indonesia, pencapaian di Aichi-Nagoya 2026 bukan semata tentang angka di klasemen. Medali, catatan rekor dan torehan sejarah yang tercipta menjadi gambaran dari perjuangan panjang para atlet Merah Putih untuk membawa nama Indonesia bersaing di level tertinggi Asia.
Asian Games Aichi-Nagoya menjadi panggung bagi lahirnya rekor-rekor baru, prestasi bersejarah, dan munculnya kekuatan baru dari berbagai cabang olahraga. Semua capaian tersebut menjadi modal penting bagi pembinaan dan perjalanan atlet Indonesia menuju panggung-panggung olahraga internasional berikutnya.
Sekadar diketahui, kontingen Indonesia mencetak sembilan rekor dunia dan Asia di Asian Games 2026. Lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah bahkan mencetak enam rekor sekaligus yakni tiga kategori rekor untuk clean & jerk 206 kg dan tiga kategori untuk total 366 kg, masing-masing pada level dunia, Asia, dan Asian Games, termasuk mempersembahkan medali emas bagi Tim Indonesia.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.