Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Sedih Alexandra Eala, Ratu Tenis Asia Tenggara yang Gagal Rebut Emas Asian Games 2026

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Kamis, 01 Oktober 2026 |22:00 WIB
Kisah Sedih Alexandra Eala, Ratu Tenis Asia Tenggara yang Gagal Rebut Emas Asian Games 2026
Petenis asal Filipina, Alex Eala. (Foto: Instagram/alex.eala)
A
A
A

IMPIAN petenis bintang asal Filipina, Alexandra Eala, untuk merengkuh medali emas pertamanya di ajang Asian Games harus pupus di tangan wakil China. Langkahnya terhenti di babak krusial setelah berjuang habis-habisan di semifinal tunggal putri cabang olahraga (cabor) tenis Asian Games 2026.

Bertanding di Higashiyama Park Tennis Center, Nagoya, Eala harus mengakui keunggulan lawannya asal China, Wang Xiyu, lewat pertarungan tiga set yang berakhir dengan skor 3-6, 6-3, dan 2-6 pada Kamis (1/10/2026).

1. Peluang Emas Lepas

Kekalahan menyakitkan ini sekaligus mengubur ambisi Eala untuk mengamankan tiket otomatis menuju Olimpiade Los Angeles 2028. Sebagai unggulan teratas sekaligus ikon tenis kebanggaan Asia Tenggara, atlet berusia 21 tahun ini harus puas kembali pulang dengan medali perunggu.

Keputusannya untuk tampil membela panji Filipina di Nagoya juga harus dibayar mahal. Eala rela mengorbankan kesempatan mendulang poin peringkat serta hadiah uang tunai di turnamen WTA China Open yang digelar bersamaan, sehingga ia terancam sanksi denda dan penalti peringkat dari WTA karena absen di turnamen wajib tersebut.

Petenis asal Filipina, Alex Eala. (Foto: Instagram/alex.eala)
Petenis asal Filipina, Alex Eala. (Foto: Instagram/alex.eala)

Meskipun harus merelakan peluang juara di Beijing serta tiket final Asian Games pertamanya, peringkat 18 dunia tersebut mengaku sama sekali tidak merasa menyesal telah memilih berjuang untuk Filipina.

"Saya sangat senang bisa merasakan pengalaman ini, merasakan dukungan luar biasa... dan bisa bersama tim serta berkompetisi untuk negara," ujar Eala, dikutip dari New Straits Times, Kamis (1/10/2026).

2. Perjuangan Eala

Sempat tampil meyakinkan di set pertama, performa Eala perlahan menurun drastis pada set kedua hingga tertinggal jauh di set penentuan. Di sisi lain, Wang Xiyu yang menempati peringkat 85 dunia tampil sangat konsisten mematahkan perlawanan sengit Eala hingga memastikan kemenangan mutlak.

 

"Wang tampil lebih konsisten. Saya mengalami beberapa naik turun selama pertandingan dan hal ini harus saya bicarakan serta evaluasi bersama tim," sambung Eala.

Berkat kemenangan tersebut, Wang Xiyu melaju ke babak final all-China dan akan menghadapi petenis senior berusia 37 tahun, Zhang Shuai. Mantan perempat finalis Grand Slam itu sukses menyingkirkan wakil Kazakhstan, Yulia Putintseva, dengan dua set langsung 6-4 dan 6-2.

Alex Eala. (Foto: Instagram/alex.eala)
Alex Eala. (Foto: Instagram/alex.eala)

Meski usianya tidak lagi muda dan telah mengoleksi berbagai medali di ajang multi-olahraga sebelumnya, Zhang Shuai membuktikan bahwa semangat juang tinggi mampu menembus batas usia demi mengharumkan negaranya di korset olahraga internasional.

"Saya selalu merasa ini mungkin ajang Asian Games terakhir saya. Tapi lihat, bukankah saya bisa berada di sini lagi?" ucap Zhang.

"Selama Anda tidak menyerah pada diri sendiri, tidak seorang pun di dunia ini yang bisa memberikan vonis mati pada impian Anda," tutup petenis andalan China tersebut.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement