Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Ratu Tenis Asia Tenggara Alexandra Eala, Terancam Sanksi WTA demi Bela Filipina di Asian Games 2026

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Selasa, 15 September 2026 |13:04 WIB
Kisah Ratu Tenis Asia Tenggara Alexandra Eala, Terancam Sanksi WTA demi Bela Filipina di Asian Games 2026
Petenis asal Filipina, Alexandra Eala. (Foto: Instagram/alex.eala)
A
A
A

PARTISIPASI petenis kebanggaan Filipina, Alexandra Eala, di ajang Asian Games 2026 kini berada diujung tanduk. Langkah sang ratu tenis Asia Tenggara itu terancam terganjal aturan ketat dari Asosiasi Tenis Wanita Profesional (WTA) yang tidak memberikan toleransi terkait turnamen wajib.

Kabar mengejutkan ini dilaporkan oleh media asal Filipina, Philippine Daily Inquirer. Situasi pelik ini bermula ketika permintaan pengecualian aturan yang diajukan oleh petenis asal Indonesia berperingkat ke-36 dunia, Janice Tian, ditolak mentah-mentah oleh pihak WTA.

Penyebab utama dari masalah ini adalah benturan jadwal yang sangat telak antara pesta olahraga terbesar se-Asia tersebut dengan turnamen bergengsi WTA 1000 China Open di Beijing. Ajang Asian Games 2026 sendiri dijadwalkan bergulir pada 27 September hingga 3 Oktober mendatang.

Bagi petenis dengan peringkat tinggi, turnamen level WTA 1000 berstatus sebagai kewajiban mutlak. Pemain yang mangkir tanpa alasan valid yang direstui organisasi terancam sanksi berat berupa pemotongan poin peringkat hingga denda finansial masif.

1. Ancaman Sanksi Finansial

Merujuk pada regulasi tahun ini, pemain yang berada di peringkat 11 hingga 25 dunia diwajibkan untuk hadir di turnamen wajib tersebut. Jika melanggar, mereka harus siap menanggung denda sebesar 10.000 dolar Amerika Serikat (Rp176 juta), sementara Eala saat ini nangkring di posisi 18 dunia.

Petenis asal Filipina, Alex Eala. (Foto: Instagram/alex.eala)
Petenis asal Filipina, Alex Eala. (Foto: Instagram/alex.eala)

Meskipun menyadari risiko besar tersebut, Eala sebelumnya secara bulat memilih untuk mengesampingkan China Open 2026 demi membela panji negaranya di Aichi-Nagoya, Jepang. Ia sempat mengajukan permohonan pengecualian resmi kepada WTA dan masih menanti keputusan akhir.

Namun, melihat preseden dari kasus penolakan yang menimpa Janice Tian sebelumnya, peluang bagi Eala untuk mendapatkan kelonggaran dari WTA dinilai sangat tipis. Kondisi ini membuat sang atlet tidak hanya terancam denda, tetapi juga potensi penurunan peringkat drastis.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement