“Karena itu saya benar-benar mencoba menikmati dan menghargai setiap momennya. Terlebih bisa melewatinya bersama tim yang luar biasa ini. Bangga bisa berjuang bersama kalian,” sambung pria berusia 29 tahun itu.
Jonatan tidak menutupi perasaan kecewanya karena selalu kalah dalam tiga laga di nomor beregu dan kandas di perempatfinal nomor perorangan. Tapi, ia bangga melihat Alwi dan Zaki Ubaidillah yang bisa menjadi tulang punggung tunggal putra.
“Walaupun begitu, saya juga tidak mau menutupi secara pribadi ada rasa kecewa yang sangat dalam dengan performa saya di pertandingan ini. Tentunya saya ingin bisa bermain lebih baik dan memberikan lebih banyak untuk tim,” tulis Jonatan.
“Apresiasi saya khususnya untuk Alwi & Ubed, well done boys! Kalian menunjukkan permainan dan perjuangan yang luar biasa di Asian Games ini. Saya berharap ini baru menjadi awal dari perjalanan panjang kalian membawa tunggal putra Indonesia ke level yang lebih tinggi,” tutupnya.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.