Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Jonatan Christie Beri Sinyal Asian Games 2026 Jadi yang Terakhir

Wikanto Arungbudoyo , Jurnalis-Kamis, 01 Oktober 2026 |15:26 WIB
Jonatan Christie Beri Sinyal Asian Games 2026 Jadi yang Terakhir
Jonatan Christie memberi sinyal Asian Games 2026 bisa jadi yang terakhir buatnya (Foto: NOC Indonesia)
A
A
A

PEBULU tangkis tunggal putra Indonesia, Jonatan Christie, memberi sinyal Asian Games 2026 jadi keikutsertaannya yang terakhir. Ia lalu mengapresiasi kerja keras dua juniornya, Alwi Farhan dan Moh Zaki Ubaidillah, saat berjuang di nomor beregu.

Jonatan membantu Tim Bulu Tangkis Indonesia meraih medali emas di nomor beregu Asian Games 2026. Itu sekaligus menebus kegagalan saat menyabet perak di Asian Games 2018.

1. Sinyal Asian Games Terakhir

Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia merebut medali emas Asian Games 2026 (Foto: NOC Indonesia)
Tim Bulu Tangkis Putra Indonesia merebut medali emas Asian Games 2026 (Foto: NOC Indonesia)

Bagi Jonatan, itu adalah medali emas keduanya di Asian Games. Ia menjadi juara nomor perorangan di sektor tunggal putra pada edisi 2018 yang digelar di Istora Senayan, Jakarta.

Tapi, langkah Jonatan harus terhenti di babak perempatfinal cabang olahraga (cabor) bulu tangkis nomor perorangan. Capaian di Asian Games 2026 ini memunculkan perasaan yang campur aduk.

Yang menarik, Jonatan memberi sinyal ini adalah Asian Games-nya yang terakhir. Ia bersyukur masih dipercaya oleh PBSI untuk membela Indonesia meski bukan lagi bagian dari Pelatnas Cipayung.

“Saya sangat bersyukur masih diberikan kesempatan untuk kembali mewakili Indonesia di Asian Games ketiga saya. Apalagi di usia dan fase perjalanan saya sekarang, saya sadar mungkin ini akan menjadi Asian Games terakhir saya,” kata Jonatan dalam akun Instagram @jonatanchristieofficial, Kamis (1/10/2026).

 

“Karena itu saya benar-benar mencoba menikmati dan menghargai setiap momennya. Terlebih bisa melewatinya bersama tim yang luar biasa ini. Bangga bisa berjuang bersama kalian,” sambung pria berusia 29 tahun itu.

2. Apresiasi Alwi dan Ubed

Alwi Farhan. (Foto: PBSI)
Alwi Farhan (Foto: PBSI)

Jonatan tidak menutupi perasaan kecewanya karena selalu kalah dalam tiga laga di nomor beregu dan kandas di perempatfinal nomor perorangan. Tapi, ia bangga melihat Alwi dan Zaki Ubaidillah yang bisa menjadi tulang punggung tunggal putra.

“Walaupun begitu, saya juga tidak mau menutupi secara pribadi ada rasa kecewa yang sangat dalam dengan performa saya di pertandingan ini. Tentunya saya ingin bisa bermain lebih baik dan memberikan lebih banyak untuk tim,” tulis Jonatan.

“Apresiasi saya khususnya untuk Alwi & Ubed, well done boys! Kalian menunjukkan permainan dan perjuangan yang luar biasa di Asian Games ini. Saya berharap ini baru menjadi awal dari perjalanan panjang kalian membawa tunggal putra Indonesia ke level yang lebih tinggi,” tutupnya.

(Wikanto Arungbudoyo)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement