JAKARTA – Kontingen Indonesia harus menerima kenyataan pahit dalam perhelatan Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Lifter andalan Tanah Air, Rizki Juniansyah, dipastikan tidak dapat memperkuat Merah Putih di ajang multievent tersebut.
Kepastian ini muncul setelah Court of Arbitration for Sport (CAS) resmi menolak permohonan pencabutan penangguhan sementara atau provisional suspension. Sanksi itu sebelumnya dijatuhkan oleh International Weightlifting Federation (IWF) terhadap sang peraih emas Olimpiade Paris 2024.
Meskipun merasa sangat menyayangkan absennya atlet kebanggaan tersebut, pemerintah meminta semua pihak untuk tetap tenang. Seluruh elemen olahraga nasional diminta menghormati proses hukum dan tidak terburu-buru mengambil kesimpulan negatif.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir menegaskan perkara yang tengah melilit peraih emas Olimpiade Paris 2024 itu sama sekali tidak berkaitan dengan penggunaan zat atau substansi terlarang.
“Perlu digarisbawahi bahwa sangkaan terhadap Rizki bukan soal penggunaan substansi terlarang, tapi soal pelaporan kehadiran atau whereabouts. Kita harus menghormati proses hukum yang sedang berjalan di CAS dan tidak berspekulasi mendahului keputusan akhir dari proses tersebut,” jelas Erick dalam keterangan resminya, Selasa (29/9/2026).
Sebagai bentuk tanggung jawab moril kepada atlet nasional, Kemenpora bergerak cepat. Pemerintah langsung membangun koordinasi intensif bersama Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Persatuan Angkat Besi Seluruh Indonesia (PABSI).
Langkah sinergi ini diambil untuk memastikan bahwa sang atlet mendapatkan pendampingan hukum secara maksimal selama proses sidang di CAS berjalan.
“Kemenpora terus berkoordinasi dengan KOI dan PABSI untuk mengawal bersama proses kasus ini. Kita ingin memastikan Rizki mendapatkan pendampingan yang maksimal dan dapat menjalani proses ini dengan sebaik-baiknya,” tambahnya.
Kehilangan sosok peraih medali emas tentu menjadi pukulan telak bagi kekuatan kontingen Merah Putih di ajang Asian Games 2026. Kendati demikian, Menpora mengingatkan agar peristiwa ini tidak mematikan mental juang sang atlet.
“Perjuangan seorang atlet tidak berhenti hanya karena satu kompetisi. Sekarang kita harus memberikan dukungan agar dia bisa menghadapi proses kasus ini dengan baik,” sambung Erick.
Lebih lanjut, pemerintah bersama induk organisasi olahraga berjanji akan terus mendampingi perjalanannya melewati masa-masa sulit ini. Proses pemeriksaan pokok perkara di badan arbitrase internasional kini masih terus berlanjut.
“Pemerintah, KOI, PABSI, dan seluruh masyarakat olahraga Indonesia tentu memberikan dukungan untuk Rizki. Jalani prosesnya dengan baik, hormati mekanismenya, dan kita akan kawal bersama,” tutupnya.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.