Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Unik Asian Games 2026, Ribuan Atlet Menginap di Kapal Pesiar Mewah Hadapi Musim Topan

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Selasa, 15 September 2026 |11:50 WIB
Kisah Unik Asian Games 2026, Ribuan Atlet Menginap di Kapal Pesiar Mewah Hadapi Musim Topan
Para atlet menginap di kapal pesiar selama Asian Games 2026. (Foto: Instagram/asiangames_2026)
A
A
A

AJANG olahraga terakbar se-Asia, Asian Games 2026, bersiap dibuka secara resmi di Nagoya dan Prefektur Aichi, Jepang, Sabtu 19 September 2026. Namun, perhelatan kali ini diwarnai cerita unik terkait masalah akomodasi para atlet akibat membludaknya jumlah partisipan.

Lebih dari 17.000 atlet dan official dari 45 negara dipastikan ambil bagian dalam ajang yang berlangsung hingga 4 Oktober tersebut. Angka fantastis ini bahkan melampaui jumlah peserta di ajang Olimpiade, membuat panitia pelaksana harus bekerja ekstra keras mencari tempat tinggal.

Demi menekan biaya, panitia sejak awal memutuskan untuk menyediakan akomodasi darurat yang bervariasi. Mulai dari kontainer kayu, kamar hotel biasa, hingga menyewa sebuah kapal pesiar mewah asal Italia berukuran besar untuk menampung para kontingen.

Sebanyak 4,000 hingga 5,000 atlet dan official dilaporkan akan tinggal di kapal pesiar Costa Serena. Kapal megah tersebut sejatinya dilengkapi dengan 571 kabin, tujuh kolam renang, delapan restoran, serta sembilan bar untuk memanjakan para penumpangnya.

1. Ancaman Cuaca Ekstrem

Kendati terkesan mewah, rencana penggunaan kapal pesiar ini justru menuai kritik tajam dari sejumlah negara peserta. Kontingen Korea Selatan secara terbuka melayangkan protes keras dan menyebut fasilitas tersebut sebagai salah satu yang terburuk sepanjang sejarah penyelenggaraan Asian Games.

Pengukuhan atlet Indonesia untuk Asian Games 2026 Okezone
Pengukuhan atlet Indonesia untuk Asian Games 2026 Okezone

"Fasilitas ini adalah yang terburuk, dan tempat tidurnya terlalu pendek," keluh salah satu pejabat Komite Olimpiade Korea Selatan menyoroti fasilitas yang dinilai tidak memadai, dikutip dari New Straits Times, Selasa (15/9/2026).

Tidak hanya masalah fasilitas, ancaman faktor alam juga menjadi tantangan serius bagi pihak penyelenggara. Badai dan cuaca buruk khas musim topan di Jepang sempat memicu curah hujan tinggi, bahkan memaksa para atlet harus dievakuasi sementara akibat genangan air.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement