Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Pebulu Tangkis Yohanes Saut, Junior Anthony Ginting yang Pilih Tinggalkan Pelatnas PBSI

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Kamis, 09 Juli 2026 |11:57 WIB
Kisah Pebulu Tangkis Yohanes Saut, Junior Anthony Ginting yang Pilih Tinggalkan Pelatnas PBSI
Tunggal putra Indonesia, Yohanes Saut. (Foto: PBSI)
A
A
A

SEKTOR tunggal putra utama Indonesia dipastikan kehilangan salah satu talenta mudanya setelah Yohanes Saut Marcellyno Siahaan memutuskan mundur dari pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PBSI Cipayung. Ia rela melepas statusnya sebagai atlet pelatnas demi menjalani tantangan baru.

Pemain yang akrab disapa Saut ini memilih untuk menyudahi masa baktinya di tim nasional demi meniti jalan baru di dunia tepok bulu. Atlet yang selama ini menghuni jajaran tunggal putra utama bersama Anthony Sinisuka Ginting itu berniat mematangkan kariernya lewat jalur profesional.

Keputusan besar tersebut disampaikan langsung oleh Saut melalui surat pengunduran diri resmi yang diajukan kepada pihak federasi. Dalam suratnya, ia menyatakan status keanggotaannya di Pelatnas Cipayung resmi berakhir per 30 Juni 2026.

1. Langkah Berani

Langkah ini diambil oleh sang peraih juara Guwahati Masters 2023 setelah melakukan pertimbangan yang sangat matang mengenai masa depannya. Melalui surat yang sama, Saut tak lupa mengungkapkan rasa terima kasih yang mendalam atas segala ilmu, bimbingan, dan kepercayaan yang ia dapatkan selama digembleng di Pelatnas.

Saut juga menyampaikan permohonan maaf yang tulus jika selama menjadi bagian dari keluarga besar Cipayung terdapat kekhilafan atau kekurangan. Ia turut menyelipkan doa agar sektor tunggal putra utama serta sektor lainnya di PBSI bisa terus berkembang dan mengukir prestasi emas bagi Indonesia.

Yohanes Saut. PBSI
Yohanes Saut. PBSI

Pihak PP PBSI sendiri menyikapi keputusan ini dengan bijak dan menaruh rasa hormat yang tinggi terhadap pilihan sang atlet. Dalam pernyataan resminya pada Rabu 1 Juli 2026, federasi memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas komitmen, kerja keras, dan keringat yang telah dicurahkan Saut demi lambang Garuda di dada.

2. Evaluasi Berkala

PBSI menegaskan selama berseragam tim nasional, Saut telah memperlihatkan determinasi dan daya juang yang luar biasa. Pihak organisasi pun mendoakan agar sang pemain bisa terus melejit dan menemukan kesuksesan dalam petualangan barunya di sirkuit profesional.

 

Namun, pengunduran diri Saut bukan satu-satunya kabar perombakan dari mess Cipayung pada pertengahan tahun ini. Mulai 1 Juli 2026, Bidang Pembinaan dan Prestasi PBSI juga resmi memulangkan tiga atlet dari sektor ganda putri pratama ke klub asal mereka masing-masing.

Yohanes Saut
Yohanes Saut

Kebijakan tegas ini diambil setelah pengurus teras melakukan rapat evaluasi menyeluruh mengenai rapor performa para atlet. Penilaian tersebut didasarkan pada grafik pencapaian prestasi di turnamen, kedisiplinan dan kualitas latihan sehari-hari, raihan Key Performance Index (KPI), serta durasi lamanya sang atlet menghuni Pelatnas.

Tiga nama srikandi muda yang didegradasi dan dikembalikan ke klub asalnya adalah Jania Novalita Situmorang serta Nabila Cahya Permata Ayu (kembali ke PB Jaya Raya, Jakarta). Sementara satu atlet lainnya adalah Riska Anggraini yang dipulangkan ke klub PB Djarum, Kudus.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement