JAKARTA - Aturan satu motor dikabarkan diperkenalkan mulai MotoGP 2027. Peraturan baru ini dikritik keras bos Tech3, Guenther Steiner.
Usulan ini dicetuskan sebagai inisiatif untuk menghemat biaya. Salah satu yang bisa dihemat dari sisi jumlah mekanik.
Ia tak memahami alasan penghematan di balik satu motor tersebut.
“Mungkin saya terlalu bodoh untuk memahaminya, tetapi saya tidak tahu apa penghematannya dengan memiliki satu motor atau dua motor,” kata Steiner, melansir Crash, Senin (15/6/2026).
Ia menegaskan, motor kedua dalam kondisi utuh tetap dibutuhkan. Hal ini terlebih jika nantinya terjadi kecelakaan.
“Karena jika Anda mengalami kecelakaan. Oke, mari kita siapkan motor cadangan, yang setengah jadi di belakang. Tapi sekarang Anda perlu memperbaiki motor utama dan merakit motor cadangan. Jadi saya rasa tidak ada penghematan yang bisa didapatkan," tuturnya.
Ia menilai, alih-alih penghematan, hal ini justru bisa mengurangi daya tarik bagi para penonton.
“Saya pribadi berpikir tidak ada penghematan. Saya diberitahu ada sedikit penghematan, satu mekanik per tahun. Tapi kita mengurangi banyak tontonan untuk keuntungan yang sangat sedikit," ucapSteiner.
Steiner menilai ada solusi lainnya ketimbang hanya menggunakan satu motor pada balapan. Hal ini dengan membatasi anggaran. Hal ini bisa diterapkan di ajang Formula 1. Selain itu, solusi lainnya, kata Steiner adalah mengurangi pengujian.
“Jika Anda ingin menghemat uang, solusinya sangat mudah: Batasan anggaran. Kita semua tahu di mana hal itu berhasil (di Formula 1-red) dengan hasil yang sangat baik. Atau mengurangi pengujian, sangat mudah," tuturnya," tuturnya.
(Erha Aprili Ramadhoni)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.