KLUB voli Turki, Manisa BBSK, sempat menjadi sorotan publik Tanah Air setelah berhasil mendatangkan bintang voli Indonesia, Megawati Hangestri, untuk mengarungi musim kompetisi Kadinlar 1 Ligi 2025-2026. Di dalam skuad tersebut, Megawati sejatinya diplot untuk bahu-membahu bersama outside hitter andalan lokal yang dikenal memiliki paras menawan dan pengalaman segudang, Cansu Ayyildiz.
Keduanya diharapkan menjadi pilar kembar yang mampu membuat Manisa BBSK bersinar. Namun, dinamika internal klub di awal musim mengubah total peta kekuatan tim dan mengakhiri kebersamaan mereka secara mendadak.
Cansu Ayyildiz bukanlah nama baru bagi Manisa BBSK. Pevoli supercantik ini merupakan aktor intelektual yang membawa klub meraih posisi Juara 2 Kadinlar Ligi Turkiye serta mengawinkan gelar Ege Kupasi pada musim 2024-2025 saat tim masih berkutat di kasta bawah.
Berkat kontribusi konsistennya bersama Gulsum Seyda Alp Tasli, Manisa BBSK sukses naik kasta ke Kadinlar 1 Ligi. Sebelum menjadi ikon Manisa, Cansu telah melanglang buana memperkuat jajaran klub top Turki, mulai dari Aydin Buyuksehir Bld. Spor (2018-2019), Goztepe (2020-2021), Canakkale Bld. Spor (2022-2023), hingga Kapakli Site Spor (2023-2024).
Kombinasi antara pengalaman matang Cansu di sektor outside hitter dan daya ledak Megawati sebagai opposite hitter baru sempat mencicipi atmosfer pertandingan pada turnamen pramusim yang digelar di Tarik Almis SS, markas kebanggaan Manisa. Sayangnya, impian para penggemar untuk melihat duet maut ini menggebrak kompetisi resmi harus kandas.
Badai eksodus pemain melanda Manisa BBSK secara beruntun menjelang dan sesaat setelah liga bergulir. Cansu Ayyildiz memutuskan untuk menyudahi kontraknya dan resmi hengkang pada 13 Oktober 2025, menyusul kepergian Megawati Hangestri.
Ya, kepergian Cansu disusul oleh keputusan mengejutkan dari Megawati Hangestri. Setelah sempat kembali ke Indonesia untuk membela Surabaya Bank Jatim di ajang Livoli Divisi Utama hingga 18 Oktober 2025, Megawati tidak kembali ke Turki tepat waktu dan absen dalam laga kontra Karsiyaka pada 22 Oktober.