Tunggal putri andalan Jepang, Akane Yamaguchi, merupakan anomali di sektor tunggal putri yang terkenal menguras fisik. Akane hampir tidak pernah berteriak, mengepalkan tangan, atau menunjukkan gestur emosional di tengah-tengah reli yang melelahkan.
Satu momen ikonik terjadi pada perempat final All England 2017 silam. Saat terlibat reli sengit melawan wakil China, He Bingjiao, Akane melepaskan pukulan mematikan yang membuat lawannya terjatuh pasrah hingga raketnya terlempar. Bukannya bersorak memanfaatkan momentum, Akane justru langsung menunduk tanpa ekspresi dan secara alami mengelap lantai lapangan dari tetesan keringat menggunakan sepatunya.
Satu lagi atlet bulu tangkis yang dikenal sangat tenang di atas karpet hijau adalah maestro tunggal putri asal Taiwan, Tai Tzu Ying. Sepanjang karier emasnya, pemilik pukulan-pukulan ajaib ini sangat jarang terlihat melompat-lompat atau berteriak histeris saat merayakan kemenangan.
Satu-satunya momen di mana Tai Tzu Ying akan berteriak lantang adalah ketika dirinya benar-benar berada di bawah tekanan berat atau sedang tertinggal perolehan angka dari lawannya. Teriakan tersebut murni ia gunakan sebagai mekanisme pertahanan diri untuk mengembalikan fokus internalnya, bukan untuk mengintimidasi sang lawan.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.