Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Perburuan Gelar Perdana, Tim Bulu Tangkis Taiwan Siap Dobrak Dominasi Raksasa di Piala Thomas 2026

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Sabtu, 25 April 2026 |04:01 WIB
Kisah Perburuan Gelar Perdana, Tim Bulu Tangkis Taiwan Siap Dobrak Dominasi Raksasa di Piala Thomas 2026
Tunggal putra asal Taiwan, Chou Tien Chen. (Foto: Instagram/badmintonasia.official)
A
A
A

HORSENS Tim bulu tangkis putra Taiwan menghadapi Piala Thomas 2026 di Horsens, Denmark, dengan kepercayaan diri yang belum pernah setinggi ini. Berbekal kesuksesan menembus babak semifinal pada edisi 2024 di Chengdu, China, skuad Taiwan kini mengincar takhta tertinggi, yakni membawa pulang trofi Piala Thomas untuk pertama kalinya.

Bagi sang kapten, Chou Tien Chen, status Taiwan kini telah bergeser. Mereka bukan lagi sekadar pelengkap turnamen, melainkan penantang gelar yang serius.

"Itulah tujuan kami (memenangkan Piala Thomas). Jika Anda sudah meraih satu hasil, Anda ingin melupakan itu, tetapi kita perlu melangkah selangkah demi selangkah. Jadi itulah yang sedang kami perjuangkan," ujar Chou Tien Chen, dikutip dari Bernama, Sabtu (25/4/2026).

1. Kekuatan Merata

Taiwan datang sebagai kuda hitam yang sangat diwaspadai. Hal ini tidak lepas dari performa impresif Lin Chun-Yi, pemain peringkat delapan dunia yang baru saja mengukir sejarah sebagai tunggal putra Taiwan pertama yang menjuarai All England 2026 pada Maret lalu.

Tien Chen menilai kehadiran Chun-Yi memberikan keseimbangan baru dalam tim. Perpaduan antara pengalaman pemain senior dan energi pemain muda membuat Taiwan memiliki fleksibilitas tinggi, baik di sektor tunggal maupun ganda.

Wang Chi-Lin
Wang Chi-Lin

Di sektor ganda, tumpuan utama ada pada peraih dua medali emas Olimpiade, Wang Chi-Lin, yang kini berpasangan dengan Chiu Hsiang Chieh. Selain itu, kedalaman skuad didukung oleh nama-nama seperti Chi Yu Jen dan Lee Chia Hao di tunggal, serta pasangan Lee Jhe-Huei/Yang Po-Hsuan dan Liu Kuang Heng/Yang Po Huan yang siap mencuri poin krusial.

 

2. Waspadai Kekuatan di Grup C

Meski sedang dalam tren positif, Tien Chen menegaskan Taiwan harus tetap membumi. Tergabung di Grup C, mereka akan menghadapi ujian berat dari tuan rumah Denmark.

Selain itu, bayang-bayang kekuatan tradisional seperti Indonesia (pemegang 14 gelar), juara bertahan China, dan Malaysia tetap menjadi rintangan besar.

Chou Tien Chen
Chou Tien Chen

"Kami tidak bisa menganggap remeh tantangan dari Denmark, maupun kontingen lain seperti Indonesia, China, dan Malaysia," imbuh Tien Chen.

Perjuangan Taiwan akan dimulai pada 25 April melawan Swedia, disusul laga krusial kontra Korea Selatan (27 April), dan ditutup dengan laga penentuan grup melawan Denmark (29 April). Turnamen bergengsi ini dijadwalkan berlangsung mulai 24 April sampai 3 Mei 2026.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement