MADRID – Pembalap Tim Ducati Lenovo, Marc Marquez, akhirnya buka suara mengenai prinsip hidup yang mendasari keputusan-keputusan besar dalam kariernya di MotoGP. Pembalap berjuluk The Baby Alien ini menegaskan baginya, kualitas performa di lintasan jauh lebih berharga daripada tumpukan angka di rekening bank.
Keputusan fenomenal Marquez terjadi saat ia rela meninggalkan kontrak bernilai fantastis di Repsol Honda demi bergabung dengan tim satelit Gresini Ducati pada MotoGP 2024. Langkah tersebut membuatnya meninggalkan status dari pembalap dengan bayaran tertinggi demi mengincar motor yang kompetitif.
Perjudian itu terbayar lunas, Marquez berhasil merengkuh gelar juara dunia kesembilannya bersama tim pabrikan Ducati musim lalu.
Bagi Marquez, memprioritaskan mesin daripada uang bukanlah hal baru. Prinsip ini sudah ditanamkan kepadanya jauh sebelum ia menginjakkan kaki di kelas utama MotoGP. Ia merasa beruntung memiliki mentor yang membentuk mentalitasnya sejak dini.
"Ketika Anda tiba di kejuaraan dunia, apa yang Anda cari, uang atau motor terbaik? Begitulah cara saya diajari; saya sangat beruntung. Mereka melatih mental saya, dan sekarang saya mengerti," ungkap Marquez sebagaimana dikutip dari Autobild.es, Kamis (9/4/2026).
Pembalap berusia 33 tahun ini juga menceritakan pengalamannya saat menerima bonus sebesar satu juta euro (sekira Rp17 miliar) setelah menjuarai musim debutnya di tahun 2013. Alih-alih foya-foya, Marquez justru disarankan oleh pengacaranya untuk menyimpan uang tersebut.
Pasalnya, setelah dipotong pajak Spanyol sebesar 50%, komisi manajer 10%, serta biaya operasional latihan, sisa uang tersebut tidaklah sebanyak yang dibayangkan orang.
Meski kini berstatus sebagai salah satu atlet terkaya, Marquez memilih untuk tetap membumi. Investasi terbesarnya adalah sebuah rumah seluas 1.300 meter persegi di Madrid senilai 10 juta euro.
Baginya, rumah tersebut adalah aset nyata, bukan uang yang hilang begitu saja. Selain itu, Marquez menegaskan komitmennya untuk tetap menjadi wajib pajak di Spanyol, meski sempat mendapat kritik tajam saat berencana pindah ke Andorra beberapa tahun silam.
"Saya ingin memperjelas bahwa saya membayar, dan akan terus membayar pajak saya di Spanyol. Saya tidak punya utang kepada siapa pun. Saya terdaftar sebagai pekerja mandiri (self-employed), bukan sebuah perusahaan terbatas. Saya tidak ingin masuk koran karena masalah semacam itu," sambung Marquez.
Menariknya, meski kekayaannya terus bertambah, Marquez mengaku gaya hidupnya tidak berubah sedikit pun. Ia tetap merasa bahagia berkumpul dengan teman-temannya tanpa perlu bergaya berlebihan.
(Rivan Nasri Rachman)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.