Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Persaingan Internal Aprilia Memanas, Marco Bezzecchi vs Jorge Martin Siap Adu Sikut demi Juara MotoGP 2026

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Kamis, 02 April 2026 |01:01 WIB
Persaingan Internal Aprilia Memanas, Marco Bezzecchi vs Jorge Martin Siap Adu Sikut demi Juara MotoGP 2026
Dua pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin. (Foto: Instagram/Aprilia)
A
A
A

PANGGUNG MotoGP 2026 berpotensi menjadi saksi kebangkitan tim pabrikan Aprilia Racing. Dua rider andalan tim tersebut, Marco Bezzecchi dan Jorge Martin dianggap menjadi dua nama yang memiliki kans besar untuk menjadi juara di akhir musim nanti.

Namun, di balik dominasi Aprilia tersebut, muncul sebuah dilema klasik mengenai bagaimana mengelola dua pembalap yang tengah berada di puncak performa. CEO Aprilia, Massimo Rivola, akhirnya angkat bicara dan menetapkan aturan main yang tegas bagi Marco Bezzecchi dan Jorge Martin: tidak ada prioritas hingga hitungan matematis berkata lain.

Meskipun Marco Bezzecchi tampil bak monster dengan memenangi tiga balapan utama pembuka musim ini, bayang-bayang Jorge Martin di posisi kedua klasemen membuat Aprilia harus ekstra hati-hati dalam menjaga harmoni di garasi.

1. Dominasi Bersejarah Marco Bezzecchi

Marco Bezzecchi saat ini tengah menikmati masa keemasannya bersama Aprilia. Kemenangannya di seri Amerika baru-baru ini melengkapi torehan sempurna tiga podium utama berturut-turut di awal musim 2026.

Jika ditarik ke belakang, Bezzecchi sebenarnya telah mencatat lima kemenangan beruntun sejak akhir musim lalu. Pembalap asal Italia ini juga baru saja memecahkan rekor baru dalam sejarah MotoGP dengan memimpin balapan selama 121 lap berturut-turut.

Marco Bezzecchi siap menggila di MotoGP Brasil 2026 marcobez72
Marco Bezzecchi

Namun, meski mendominasi secara statistik, posisinya di puncak klasemen tidaklah aman. Ia hanya unggul tipis 4 poin dari rekan setimnya, Jorge Martin.

Keunggulan tipis ini disebabkan oleh konsistensi Martin yang selalu menempel ketat di posisi runner-up serta keberhasilannya memenangi sesi sprint.

 

2. Komitmen Masa Depan

Situasi di internal Aprilia menjadi semakin menarik karena adanya perbedaan status kontrak kedua pembalapnya. Bezzecchi telah mengamankan masa depannya dengan menandatangani kontrak multi-tahunan bersama pabrikan Italia tersebut.

Sebaliknya, Jorge Martin santer dikabarkan telah mencapai kesepakatan untuk pindah ke Yamaha pada musim depan. Kondisi Martin yang akan hengkang biasanya memicu tim untuk menerapkan team order demi mendukung pembalap yang bertahan.

Kendati demikian, Massimo Rivola menepis anggapan tersebut. Baginya, martabat kompetisi dan rasa hormat di lintasan jauh lebih penting daripada urusan kontrak.

Jorge Martin. (Foto: Instagram/aprilia)
Jorge Martin. (Foto: Instagram/aprilia)

"Keduanya bebas membalap sampai matematika mengeliminasi salah satu dari mereka. Hal yang terpenting adalah adanya rasa hormat di lintasan. Dan dalam poin ini, kami sangat jelas," tegas Rivola kepada Sky Italy, dikutip Kamis (2/4/2026).

Aprilia memilih untuk membiarkan takdir ditentukan di lintasan, memberikan kesempatan yang adil bagi Martin untuk merebut gelar juara meskipun ia tidak lagi berseragam Aprilia tahun depan. Fokus utama tim kini adalah memastikan kedua motor RS-GP mereka tetap menjadi yang tercepat tanpa harus mencederai semangat sportivitas antar pembalapnya.

(Rivan Nasri Rachman)

Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.

Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement