MANAJER Tim Ducati Lenovo, Davide Tardozzi, pantang panik dengan situasi di MotoGP 2026. Ia menuturkan, musim masih panjang dan perebutan gelar juara dunia cukup terbuka.
Ducati tidak memulai musim dengan baik. Tim pabrikan asal Italia itu kalah saing dari rivalnya, Aprilia Racing, yang secara mengejutkan mendominasi awal musim MotoGP 2026 dengan motor RS-GP26.
Pembalap Aprilia Racing, Marco Bezzecchi, berhasil merebut podium pertama secara beruntun dalam tiga balapan awal musim ini. Rekannya, Jorge Martin juga menunjukkan performa impresif dengan telah mengemas dua podium.
Sementara Ducati harus gigit jari. Dua pembalap pabrikan mereka, Marc Marquez dan Francesco Bagnaia, belum ada yang berhasil naik podium dalam tiga seri balapan awal MotoGP 2026.
Situasi tersebut membuat Aprilia saat ini memimpin klasemen, baik pembalap maupun konstruktor. Bezzecchi memimpin klasemen pembalap dengan raihan 81 poin. Sementara di papan klasemen konstruktor, tim pabrikan asal Italia itu memimpin dengan 101 poin, diikuti Ducati dengan 69 poin.
Meski demikian, Tardozzi menolak panik terkait situasi Ducati yang selalu kalah saing dari Aprilia di tiga balapan awal. Ia tak menampik tim rival mengalami lonjakan besar musim ini, tapi ini baru tiga balapan dan kompetisi masih menyisakan 19 balapan.
“Masih ada 19 balapan tersisa, tidak ada yang hilang, meskipun sekarang terlihat kami tertinggal,” kata Tardozzi, dilansir dari Motosan, Rabu (1/4/2026).
“Aprilia telah membuat lompatan besar. Selamat untuk mereka. Tetapi kami masih punya peluang untuk bangkit di kejuaraan,” sambung pria asal Italia itu.
Lebih lanjut, Tardozzi mengungkapkan kalah saingnya Ducati dari Aprilia Racing di klasemen konstruktor bukan semata-mata karena motor mereka yang melempem. Melainkan, ada kendala-kendala teknis yang harus didapat pembalapnya, seperti yang dialami Marquez di MotoGP Thailand 2026.
“Benar kami tidak lagi menjadi motor dominan seperti beberapa tahun terakhir, tetapi kami juga bukan seperti yang terlihat di klasemen saat ini. Ada beberapa kejadian kurang beruntung, seperti di Thailand, di mana Marc seharusnya bisa naik podium jika tidak ada masalah pada ban belakang,” ujar Tardozzi.
“Kami harus lebih cermat dalam pengelolaan dan memahami kebutuhan pembalap dengan lebih baik, karena ada situasi yang membuat mereka tidak berada dalam kondisi terbaik,” pungkasnya.
(Wikanto Arungbudoyo)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.