MEMILIH jalur independen atau profesional di luar pemusatan latihan nasional (pelatnas) sering kali dianggap sebagai perjudian besar bagi seorang atlet bulu tangkis. Pasalnya, pemain harus mandiri dalam mengurus biaya turnamen, akomodasi, hingga program latihan.
Namun, bagi beberapa nama besar, langkah berani ini justru menjadi titik balik kegemilangan karier mereka. Hal itu dikarenakan performa mereka justru ada yang semakin membaik setelah keluar dari Pelatnas. Lantas siapa saja mereka?
Pemain yang akrab disapa Jojo ini secara mengejutkan meninggalkan Pelatnas PBSI pada pertengahan 2025. Terbukti ampuh, dalam waktu singkat setelah keluar dari Pelatnas, Jonatan langsung menyabet dua gelar juara beruntun di Korea Open dan Denmark Open 2025 sebagai pemain profesional.
Pemain berjuluk Alien ini meninggalkan pelatnas Denmark pada 2021 untuk berlatih di Dubai. Keputusan ini membuahkan hasil luar biasa dengan raihan 19 gelar BWF World Tour serta medali emas Olimpiade Paris 2024.
Mengikuti jejak seniornya, Antonsen keluar dari pelatnas pada November 2022. Sejak menjadi pemain independen, ia sukses mengoleksi berbagai gelar juara dan kembali merangsek ke jajaran elit ranking dunia.
Legenda tunggal putra ini resmi mundur dari pelatnas pada Januari 2009 karena perbedaan visi dengan federasi. Meski berstatus pemain luar, Taufik tetap kompetitif dengan meraih perak Kejuaraan Dunia 2010.
Chico memutuskan keluar dari Cipayung pada Mei 2025 demi mencari tantangan baru setelah performanya sempat meredup. Ia memilih jalur profesional untuk mengembalikan potensi terbaiknya.
Tekanan internal yang besar di pelatnas Malaysia (BAM) membuat Lee Zii Jia memilih menjadi profesional pada awal 2022. Ia merasa lebih nyaman mengelola kariernya sendiri di luar sistem federasi.