Selain proses hukum, FPTI telah menerbitkan surat keputusan penonaktifan terhadap pelatih kepala Hendra Basir yang menjadi terduga pelaku. Investigasi internal juga terus dilakukan untuk mendalami dugaan pelanggaran dari sisi etik dan hukum.
Momentum ini disebut akan menjadi titik evaluasi menyeluruh bagi federasi. Yenny Wahid berkomitmen menghadirkan sistem safeguarding dan protokol whistleblower yang lebih profesional di lingkungan FPTI.
Menurutnya, prestasi tidak boleh dibangun di atas praktik yang merusak harkat manusia. Federasi ingin memastikan setiap atlet berlatih dalam suasana aman tanpa rasa takut.
"Kita tidak boleh hanya menuntut atlet berprestasi tapi tidak memberikan perlindungan maksimal kepada mereka," pungkas Yenny.
Anggota Tim Investigasi FPTI, Robertus Robet, menyampaikan TPF masih fokus pada pendalaman dari perspektif korban. Pendekatan tersebut dilakukan untuk menjaga sensitivitas serta menghindari trauma ganda saat para atlet memberikan keterangan.
"Kita tahu bahwa tidak mudah bagi korban itu untuk secara terbuka, ya kita tahu halangan-halangan ini kan juga diakibatkan oleh sistem nilai, norma dalam masyarakat kita, ketabuan. Sehingga kita ikutilah apa Mbak ini, sensitivitas dan perkembangan emosional dari korban itu sendiri. Sehingga nggak dengan serta-merta gitu," kata Robet.
(Ramdani Bur)
Sports Okezone menyajikan informasi terbaru seputar dunia olahraga dengan akurat, cepat, dan terpercaya. Terus ikuti perkembangan menarik dari berbagai cabang olahraga.