Rian mengakui Kumagai/Nishi bermain tak kalah hebat. Rian pun menyayangkan permainannya dengan Leo tak berjalan dengan baik karena kurang adu pukulan hingga akhirnya kerap kehilangan poin.
"Memang kami awalnya menyangka akan bertemu Hoki/Kobayasahi tapi dengan inipun tidak jauh berbeda. Mereka kombinasi tangan kanan dan kiri juga. Mereka tidak mudah mati dan mainnya rapi, kami seharusnya lebih banyak adu pukulan dan tidak boleh mati sendiri,” sambung Rian.
Meski gagal mengamankan poin di partai kedua, perjuangan Leo/Rian dan seluruh skuad Garuda di Qingdao patut diapresiasi. Dengan capaian posisi ketiga dan raihan medali perunggu, tim putra Indonesia sukses melampaui hasil yang mereka peroleh pada ajang yang sama dua tahun silam.
MS1: Moh Zaki Ubaidillah vs Kenta Nishimoto (22-20, 21-16) - Menang
MD1: Leo Rolly Carnando/Muhammad Rian Ardianto vs Kakeru Kumagai/Hiroki Nishi (16-21, 17-21) - Kalah
MS2: Prahdiska Bagas Shujiwo vs Yushi Tanaka (11-21, 15-21) - Kalah
MD2: Raymond Indra/Nikolaus Joaquin vs Takumi Nomura/Yuichi Shimogami (17-21, 15-21) - Kalah
(Rivan Nasri Rachman)