Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Kisah Luar Biasa Pebulu Tangkis Zaki Ubaidillah, Tumbangkan Raksasa Jepang meski Indonesia Terhenti di Semifinal BATC 2026

Rivan Nasri Rachman , Jurnalis-Selasa, 10 Februari 2026 |00:01 WIB
Kisah Luar Biasa Pebulu Tangkis Zaki Ubaidillah, Tumbangkan Raksasa Jepang meski Indonesia Terhenti di Semifinal BATC 2026
Tunggal putra Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah. (Foto: PBSI)
A
A
A

QINGDAO – Panggung Badminton Asia Team Championships (BATC) 2026 menjadi saksi bisu lahirnya harapan baru tunggal putra Indonesia. Berlaga di Qingdao Conson Gymnasium, China, Sabtu 7 Februari 2026, pebulu tangkis muda Moh Zaki Ubaidillah menciptakan kejutan besar dengan menumbangkan senior tangguh asal Jepang, Kenta Nishimoto, di partai pembuka semifinal.

Kemenangan Zaki sempat membawa asa bagi skuad Garuda setelah unggul 1-0. Melalui duel tensi tinggi, Zaki menyudahi perlawanan Kenta dalam dua gim langsung yang berakhir dramatis dengan skor 22-20 dan 21-16.

1. Perjuangan Mental

Zaki memulai laga dengan agresivitas tinggi. Di gim pertama, ia sempat mendominasi hingga unggul 16-11. Namun, pengalaman Kenta berbicara saat ia mulai mengejar ketertinggalan dan memaksakan setting. Beruntung, Zaki tetap tenang dan menutup gim pertama 22-20.

Memasuki gim kedua, pertarungan berjalan lebih sengit dengan aksi kejar-mengejar angka. Meski sempat ditekan oleh perubahan tempo lawan, Zaki berhasil menjaga fokus untuk mengunci kemenangan. Pasca laga, Zaki mengungkapkan rahasia di balik keberhasilannya meredam pemain peringkat dunia tersebut.

"Pertama, saya mau ucap syukur alhamdulillah sudah bisa diberi permainan dengan lancar, tanpa cedera. Tadi di gim pertama sempat unggul jauh tapi di pertengahan saya agak mengendurkan fokus, ini yang tidak boleh dilakukan sebenarnya, lalu lawan juga ada perubahan tempo permainan jadinya terkejar dan ketat sampai akhir,” ujar Zakil, dikutip dari laman resmi PBSI, Selasa (10/2/2026).

Moh Zaki Ubaidillah. (Foto: PBSI)
Moh Zaki Ubaidillah. (Foto: PBSI)

“Nishimoto pelan-pelan akhirnya tahu cara main saya dan dia sudah spekulasi dan antisipasi perubahan kecepatan saya. Sempat panik tapi saya berusaha untuk lebih tenang, cari nafas dulu dan kembali fokus,” tambahnya.

“Di gim kedua sempat kejar-kejaran tapi saya ubah tempo permainan lagi jadi bisa mengontrol lagi permainan. Cukup tidak menyangka bisa menang dua gim dari dia tapi dari awal saya sudah siap, sudah belajar juga tempo permainannya dia. Ya saya harus berani capek sama mau ngadu tahan di lapangan," lanjut Zaki.

 

Halaman:
Follow WhatsApp Channel Okezone untuk update berita terbaru setiap hari
Berita Terkait
Telusuri berita Sport lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement