KISAH respek Lu Ching-yao/Yang Po-han terhadap Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan menarik untuk diulas. Sebab, mereka sampai menunduk dan cium tangan!
Ahsan/Hendra bukanlah sosok sembarangan di bulu tangkis. Rekam jejak keduanya tidak hanya dihormati dan diakui pencinta tepok bulu Indonesia tetapi juga seantero jagat.

Bahkan, tidak jarang Ahsan/Hendra jadi panutan sesama pebulu tangkis dunia. Lu/Yang jadi contoh nyata pemain yang begitu segan terhadap pasangan berjuluk The Daddies.
Setiap kali bertemu dalam sebuah pertandingan, Lu/Yang selalu saja mencium tangan Ahsan/Hendra setelah pertandingan layaknya seorang ayah dan anak. Itu menunjukkan betapa dalamnya rasa hormat mereka.
Tak hanya sekali, momen itu terjadi beberapa kali. Awalnya, Lu/Yang tertangkap kamera sungkem kepada Ahsan/Hendra usai pertandingan di French Open 2021.
Kemudian, di Malaysia Masters 2022, Lu/Yang melakukan hal serupa meski menelan kekalahan. Di Denmark Open 2022, mereka kembali sungkem kendati kali ini gantian mengalahkan Ahsan/Hendra.
Momen itu kembali terekam pada French Open 2023. Lu/Yang benar-benar tidak hanya akrab tapi juga hormat serta memperlakukan Ahsan/Hendra seperti julukan mereka yakni The Daddies.
Prestasi serta sikap Ahsan/Hendra di dalam dan luar lapangan memang membuat siapa saja menaruh rasa hormat. Hal itu membuat mereka jadi teladan buat para juniornya.

Itulah kisah respek Lu Ching-yao/Yang Po-han, ganda putra Taiwan yang menunduk dan cium tangan Hendra Setiawan/Mohammad Ahsan. Mereka memang layak untuk diacungi jempol.
(Wikanto Arungbudoyo)