JAKARTA – Dunia bulu tangkis Indonesia kembali diselimuti kabar duka. Kurniahu Tjio Kay Kie atau akrab disapa Kurniahu Gideon, ayahanda dari legenda ganda putra Indonesia Marcus Fernaldi Gideon, dikabarkan telah meninggal dunia pada hari ini, Kamis (29/1/2026) di usia 66 tahun.
Kabar duka ini pertama kali dibagikan melalui akun resmi Gideon Badminton Academy, akademi yang ia dirikan dan bina selama ini. Selain dikenal sebagai sosok di balik kesuksesan Marcus Gideon, Kurniahu juga merupakan tokoh penting di dunia bulu tangkis dengan jabatan terakhir sebagai Wakil Ketua Umum II Pengprov PBSI DKI Jakarta.
“Selamat jalan pak Kur... Keluarga besar Gideon Badminton Academy menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Bapak Kurniahu Tjio Kay Kie, pendiri dan pembina Gideon Badminton Academy,” dikutip dari akun Instagram @gideonbadmintonacademy.
Kurniahu bukan sekadar sosok ayah, melainkan seorang legenda pada masanya. Sebagai atlet bulu tangkis, ia merupakan bagian dari generasi emas Indonesia yang bersaing satu angkatan dengan nama-nama besar seperti Rudy Hartono dan Lim Swie King.
Sepanjang karier profesionalnya, ia mencatatkan prestasi yang membanggakan bagi Tanah Air. Pada tahun 1981, Kurniahu berhasil menembus peringkat 7 dunia di sektor tunggal putra.
Kurniahu juga tercatat pernah tiga kali mencicipi ketatnya persaingan di turnamen paling bergengsi, All England. Dedikasi inilah yang kemudian ia wariskan kepada putra bungsunya, Marcus Gideon, hingga mampu menguasai peringkat satu dunia selama bertahun-tahun.
Peran Kurniahu sangat krusial dalam perjalanan karier Marcus. Ia adalah orang pertama yang membakar semangat Marcus saat sang anak mengalami pasang surut prestasi di Pelatnas PBSI sebelum akhirnya bersinar bersama Kevin Sanjaya Sukamuljo.