JAKARTA – Anthony Sinisuka Ginting dan Jafar Hidayatullah/Felisha Alberta Nathaniel Pasaribu ditarik mundur dari gelaran Thailand Masters 2026. Keduanya sama-sama perlu waktu untuk pemulihan cedera.
Thailand Masters 2026 Super 300 akan berlangsung di Nimibutr Stadium, Bangkok, pada 27 Januari - 1 Februari. Indonesia mengirim sebanyak 25 wakil yang terdiri dari komposisi pemain muda dan senior.

Namun, menurut pengumuman terbaru PBSI, Anthony Ginting dan Jafar/Felisha mundur. Pelatih tunggal putra Indonesia, Indra Widjaja, mengungkapkan anak asuhnya absen karena cedera pinggang yang belum pulih.
"Anthony Sinisuka Ginting ditarik dari Thailand Masters 2026 karena masih dalam proses pemulihan cedera pinggang yang dialami saat Daihatsu Indonesia Masters 2026 kemarin," ungkap Indra dikutip dari rilis resmi PBSI, Senin (26/1/2026).
"Kami berharap Ginting sudah bisa kembali fit 100% saat Kejuaraan Asia Beregu dimulai pekan depan," sambungnya.
Diketahui, Anthony memang sedang memulihkan cedera pinggang. Pebulu tangkis kelahiran Cimahi, Jawa Barat, itu sebelumnya juga mundur dari Indonesia Masters 2026 karena cedera yang sama.

Sementara, pelatih ganda campuran Indonesia, Rionny Mainaky, mengungkapkan anak asuhnya ditarik mundur karena Felisha mengalami masalah pada lengannya. Sekarang, PBSI fokus untuk pemulihan pemain-pemain yang cedera.
"Setelah partai semifinal Indonesia Masters kemarin, Felisha datang ke saya untuk bilang terjadi masalah di lengan kanannya yang sangat mengganggu pergerakan," tutur Rionny.
"Setelah itu saya diskusi dengan tim medis, Kabid Binpres (Eng Hian) dan kepala pelatih akhirnya diputuskan untuk ditarik dari Thailand Masters untuk fokus maksimal pada pemulihan karena bila dipaksakan tidak bisa maksimal dan takut cederanya semakin serius," pungkasnya.
Dengan demikian, wakil Indonesia kini tersisa 23 di Thailand Masters 2026. Di antaranya ada Alwi Farhan (tunggal putra), Komang Ayu Cahya Dewi (tunggal putri), Raymond Indra/Nikolaus Joaquin (ganda putra), Apriyani Rahayu/Lanny Tria Mayasari (ganda putri), dan Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah (ganda campuran).
(Wikanto Arungbudoyo)