
Namun, Di Giannantonio enggan melakukannya. Ia yakin jika meniru setelan Marquez, hasilnya malah lebih buruk!
“Masalahnya, setiap pembalap itu bekerja, mencari, dan berkendara, dengan cara yang berbeda. Percayalah, saya juga mempelajari pembalap lain dan berusaha meningkatkan hal di mana mereka lebih baik dari saya,” papar Di Giannantonio, dikutip dari Crash, Senin (12/1/2026).
“Tapi, saya tidak pernah bisa meniru persis seperti mereka. Jika saya meniru setelan Marc, saya akan finis terakhir, 100%!” tegas pria berusia 27 tahun tersebut.
MotoGP 2026 akan jadi kesempatan terakhir Di Giannantonio menikmati fasilitas dari pabrikan Ducati. Sebab, kontraknya bakal habis di ujung tahun. Patut dinanti seperti apa performanya musim ini.
(Wikanto Arungbudoyo)